Bukan Dibui, Oknum Kades Beringin Dalam Nikahi ‘Daun Muda’ Usai Digerebek Warga

infoaktual sumsel 0c2fe720 123b 4887 ba13 60436ee3e9dc

Ogan Ilir, Info Aktual –
Oknum Kepala Desa Beringin Dalam di Kecamatan Rambang Kuang, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, digerebek warga karena diduga melakukan tindakan asusila terhadap seorang remaja putri berusia 17 tahun.

Penggerebekan terjadi pada Selasa (19/8/2025) malam di sebuah rumah yang diduga menjadi lokasi perbuatan cabul. Kepala desa bernama Victor Oktarino diketahui telah beristri, sedangkan korban berinisial AM masih duduk di bangku SMA.

Seorang warga setempat, Fadli menyebut kejadian itu membuat resah masyarakat.

“Benar, semalam kades di Beringin Dalam digerebek karena berbuat asusila dengan anak gadis,” ujarnya, Rabu (20/8/2025).

Kapolsek Muara Kuang, Iptu Rangga Saputra, membenarkan penggerebekan tersebut.

Polisi mengarahkan pihak keluarga korban untuk melapor ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Ogan Ilir. Namun, keluarga korban memilih tidak melanjutkan kasus ke ranah hukum.

Menurut Rangga, keluarga korban dan pihak desa sepakat agar kepala desa segera menikahi korban.

“Kades dan anak tersebut akan segera menikah, mengikuti hukum kampung setempat. Kami hanya mengarahkan untuk melapor, tetapi keputusan ada di keluarga,” jelasnya.

Kasat Intelkam Polres Ogan Ilir, AKP Hendry Antonius, mengatakan pihaknya masih mengumpulkan informasi.

“Anggota masih di lapangan, informasi lebih lanjut akan kami sampaikan,” ujarnya.

Keputusan menikahkan pelaku memicu reaksi warga. Mereka menilai tindakan tersebut tidak adil dan mencoreng hukum.

“Kepala desa mesum tidak dihukum, tapi kalau rakyat biasa pasti dipenjara. Betapa bobroknya hukum, tumpul ke atas tapi tajam ke bawah,” kata seorang warga berinisial S.

Masyarakat mendesak agar Victor diberhentikan dari jabatan karena telah melanggar etika dan segera diproses sesuai hukum.

“Kami akan mengadu ke DPRD dan Pemkab. Pecat dan adili Victor. Dinas PPA juga harus bertindak,” kata warga lainnya yang enggan disebutkan namanya.

Kasus ini menjadi sorotan publik karena menyangkut integritas pemimpin desa dan penegakan hukum yang adil bagi semua pihak. (DN, Kontributor OI)