Tulang Bawang Barat_Infoaktual.co.id Tim investigasi media cetak dan online Info Aktual Lampung pada Minggu, 9 November 2025, melakukan peninjauan langsung ke lokasi proyek revitalisasi SDN 1 Lambu Kibang, Kecamatan Lambu Kibang, Kabupaten Tulang Bawang Barat. Dari hasil penelusuran di lapangan, ditemukan adanya indikasi kuat penyimpangan dalam pelaksanaan proyek yang bersumber dari bantuan pemerintah program revitalisasi satuan pendidikan melalui APBN Tahun 2025 dengan total anggaran sebesar Rp.770.667.369.
Dalam pantauan tim, ruangan perpustakaan sekolah yang seharusnya menjadi sarana literasi bagi siswa justru dialihfungsikan menjadi tempat penyimpanan bahan material proyek. Berbagai material seperti semen, pasir, dan peralatan kerja ditumpuk di dalam ruangan tersebut, sehingga aktivitas membaca dan belajar siswa menjadi terganggu bahkan terhenti sementara waktu.
Salah satu wali murid yang enggan disebutkan namanya menyampaikan keluhannya,
“Kami sangat kecewa, karena ruang perpustakaan dipakai untuk menumpuk bahan bangunan. Anak-anak jadi tidak bisa membaca buku seperti biasanya. Kalau proyek ini untuk kebaikan, seharusnya tidak mengganggu kegiatan belajar,” ujarnya dengan nada kesal.
Lebih lanjut, tim investigasi juga menemukan adanya ketidaksesuaian antara pekerjaan fisik di lapangan dengan rincian anggaran yang tertera dalam papan proyek. Dugaan pengurangan volume pekerjaan dan penggunaan bahan bangunan berkualitas rendah pun mencuat, menimbulkan pertanyaan besar mengenai transparansi penggunaan dana revitalisasi tersebut.
Ketua tim investigasi Info Aktual Lampung, Rezqi Anugrah Pratama, menegaskan bahwa pihaknya akan membawa hasil temuan ini ke instansi terkait untuk ditindaklanjuti.
“Kami menduga adanya unsur penyimpangan dalam proyek ini. Dana yang bersumber dari APBN harus dikelola secara transparan dan akuntabel. Sekolah adalah tempat mencerdaskan generasi bangsa, bukan tempat praktik penyalahgunaan anggaran,” tegasnya
Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Sekolah SDN 1 Lambu Kibang, Puji, belum memberikan keterangan resmi meskipun tim media telah berupaya melakukan konfirmasi di lokasi.
Masyarakat berharap agar Inspektorat, Dinas Pendidikan, dan aparat penegak hukum Kabupaten Tulang Bawang Barat segera turun tangan untuk melakukan audit dan pemeriksaan mendalam terhadap proyek revitalisasi senilai Rp.770 juta lebih tersebut, guna memastikan tidak terjadi pelanggaran dan penyelewengan dana publik.
Transparansi dan akuntabilitas pengelolaan anggaran pendidikan harus menjadi prioritas utama agar tidak mencederai kepercayaan publik terhadap program pemerintah dalam meningkatkan mutu fasilitas sekolah.
Pewarta :Rezqi Anugrah pratama



