Awal Pekan 2026, 11 titik Area Kota Cirebon Diterjang Banjir
Kota Cirebon, infoaktual.co.id – Dalam satu pekan terakhir, banjir melanda Kota Cirebon yang disebabkan curah hujan yang tinggi maupun air kiriman dari daerah lain.
Berdasarkan data BPBD Kota Cirebon per 5 Januari 2026, terdapat 11 titik yang dilanda banjir dengan ketinggian bervariasi.
Titik-titik tersebut antara lain, Jalan Terusan Pemuda, Jalan Ciremai Raya, RW 05 Penyuken Kelurahan Harjamukti, RW 02 Kelurahan Larangan, RW 03 Kelurahan Larangan, RW 19 Kelurahan Larangan, RW 18 Kelurahan Larangan, RW 03 Kelurahan Kalijaga, RW 02 Kelurahan Kalijaga, Perumahan Montana Village Kelurahan Kalijaga, dan RW 10 Kelurahan Pegambiran.
Ketua RW 02 Kelurahan Kalijaga Kecamatan Harjamukti, Kurdika, mengatakan bangunan sandaran sungai tersebut hancur usai diterjang air yang sangat deras.
“Bangunan sandaran ini baru selesai bulan Agustus 2025 kemarin, karena memang derasnya arus sungai dan sungainya itu beloknya tajam akhirnya temboknya tidak kuat, secara konstruksi juga tidak bagus,” katanya, Rabu (7/1/2026).
Kepala Pelaksana BPBD Kota Cirebon, Andi Wibowo, mengatakan banjir disebabkan oleh intensitas hujan yang tinggi di Kota Cirebon, termasuk pada daerah hulu sungai yang berada di Kuningan.
“Hal tersebut berdampak kepada meningkatnya debit air sungai yang melintasi Kota Cirebon sampai meluap ke permukiman warga,” katanya.
Ia mengungkapkan, banjir berkisar 40 cm sampai dengan satu meter, dan terparah ada di daerah RW 03 Kalijaga.
Bencana banjir tersebut juga merusak sejumlah rumah, hingga merobohkan sandaran sungai berdimensi 16×2 meter yang berbatasan dengan pemukiman warga.
“Kondisi tersebut memperparah keadaan sehingga air dari sungai langsung masuk ke pemukiman warga, namun memang dalam kejadian banjir selama ini tidak menelan korban jiwa,” paparnya.
Dirinya menjelaskan, sampai saat ini kondisi Kota Cirebon masih siaga bencana, belum sampai ke tanggap darurat bencana sehingga belum ada penggunaan dana Belanja Tidak Terduga (BTT).
Langkah Pemerintah Kota Cirebon Hadapi Banjir.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kota Cirebon, Rachman Hidayat, mengatakan banjir yang terjadi di wilayah Harjamukti disebabkan air yang masuk ke drainase yang berada di Jalan Ciremai Raya tidak bisa mengalir ke Sungai Cikenis. Hal ini karena muka air di sungai tersebut sudah tinggi.
“Ke depan untuk antisipasi banjir disana kita buat pintu air sehingga nanti air dari sungai Cikenis tidak masuk ke wilayah Ciremai Raya dan juga perumahan warga,” katanya.
Hal tersebut diperparah dengan meluapnya sungai terbesar di wilayah Harjamukti yaitu sungai Cikalong sehingga air dari anak sungai Cikenis maupun lainnya tidak bisa masuk ke sungai Cikalong dan berbalik masuk ke saluran air lagi sehingga meluap.
Pintu air tersebut direncanakan dibuat pada 2026 dengan dana CSR dari salah satu rumah sakit diwilayah tersebut.
Selain pintu air, Pemerintah Kota Cirebon juga akan menggunakan pompa air dengan kapasitas seribu liter per menit untuk menangani banjir.
#Red



