Berhasil Ditembus: Perjalanan Ekstrem Pemerintah Aceh Barat ke Sikundo, Jejak Gerilya Cut Nyak Dhien

infoaktual aceh 88af85e2 ef1a 416f afbe 483edc020100
FOTO : bupati Aceh Barat Tarmizi, SP, MM., terlihat lega saat bertemu langsung dengan warga di Sikundo

ACEH BARAT – INFO AKTUAL | Setelah aksesnya terputus selama berhari-hari akibat banjir besar dan kerusakan infrastruktur, Gampong Sikundo Kecamatan Pante Ceureumen akhirnya berhasil dijangkau oleh rombongan Pemerintah Aceh Barat. Minggu 30/11/25.

Perjalanan menuju desa bersejarah yang menjadi jalur gerilya Cut Nyak Dhien itu ditempuh dengan penuh tantangan dan risiko tinggi.

Ditembus Melalui Jalur Ekstrem

Perjalanan dimulai pada pukul 11.00 WIB dari Meulaboh, menggunakan mobil 4×4 yang dikemudikan sopir off-road berpengalaman. Rombongan terdiri dari Camat Pante Ceureumen, Wakil Ketua DPRK Azwir, Kapolsek beserta anggota, Kepala Puskesmas Pante Ceureumen, mukim, keuchik setempat, dan tokoh masyarakat.

Jarak tempuh mencapai 90 kilometer, dengan 60 kilometer menuju Gampong Pante dan 30 kilometer sisanya menuju Sikundo melalui jalur ekstrem, hutan lebat, dan bekas jalan RGM.

Medan yang dilewati sangat berat. Mobil rombongan beberapa kali tersangkut di tanjakan licin dan kubangan dalam, hingga sempat muncul niat untuk kembali.

Namun keberadaan sebuah alat berat (beko) milik Azwir yang kebetulan berada di kebun menjadi penolong sehingga perjalanan dapat dilanjutkan.

Diterjang Hujan, Menyeberangi 19 Sungai

Menjelang memasuki kawasan Sikundo, hujan deras mengguyur hutan. Debit air di sungai-sungai kecil meningkat tajam, namun rombongan tetap bersikukuh melanjutkan perjalanan dan akhirnya berhasil menyeberangi 19 aliran sungai yang airnya sangat deras.

IMG 20251201 125858Rombongan tiba di Sikundo sekitar pukul 17.00 WIB, disambut haru oleh masyarakat yang telah menanti kehadiran pemerintah.

” Setibanya di lokasi, Rasa lelah, gundah dan gelisah seketika hilang saat kami bertemu langsung dengan warga setempat dan memastikan Kondisi mereka (Warga Sikundo) dalam keadaan Aman dan langsung menyerahkan bantuan logistik kepada warga yang mulai kehabisan persediaan pangan akibat terisolasi,” Ujar Bupati Aceh Barat, yang memimpin langsung perjalanan ekstrem tersebut.

Selanjutnya Rombongan Pemerintah Aceh Barat melakukan peninjauan Fasilitas Sekolah, termasuk jembatan penghubung menuju sekolah yang telah hancur total dihantam banjir.

Kepala Puskesmas dan tim medis bergerak cepat memberikan pelayanan kesehatan langsung kepada warga yang sakit, serta menyalurkan obat untuk mengatasi demam, batuk, dan gatal-gatal yang banyak diderita masyarakat.

IMG 20251201 WA03831Jembatan gantung yang dulu viral, karena anak-anak terpaksa menyeberangi sungai menggunakan kabel baja sebelum dibangun jembatan pada masa Pj Gubernur Nova Iriansyah, kini telah hanyut terbawa arus.

Saat ini, tanpa jembatan atau perahu, warga hanya mengandalkan ban mobil sebagai alat bantu menyeberangi sungai.

Perjalanan Pulang Lebih Berat

Usai makan bersama dan salat Magrib, rombongan bertolak kembali ke Meulaboh pada pukul 19.00 WIB.

Namun perjalanan pulang justru lebih berat. Hujan membuat jalanan semakin becek, dan empat anak sungai kembali meluap. Rombongan harus menunggu sekitar 2,5 jam hingga air surut.

Setelah menempuh perjalanan panjang penuh resiko itu, akhirnya Rombongan tiba kembali di Meulaboh sekitar pukul 06.00 pagi, dengan total perjalanan 16 jam pulang-pergi.

IMG 20251201 WA0381Hingga kini, dua unit mobil BPBD masih tersangkut di pegunungan akibat kerusakan pada sistem 4×4.

Sikundo merupakan desa terpencil yang jauh dari ibu kota Kecamatan Pante Ceureumen. Desa ini memiliki nilai sejarah tinggi karena dibangun oleh Pahlawan Nasional Cut Nyak Dhien dan pasukan gerilyanya.

Saat ini terdapat sekitar 40 Kepala Keluarga yang menetap di desa tersebut. Pemerintah sebelumnya bahkan telah merencanakan pengembangan Sikundo sebagai desa wisata, karena sungainya berpotensi untuk olahraga arung jeram dan suasananya sangat sejuk.

Namun akibat banjir besar, sebagian akses jalan berubah menjadi aliran sungai, sementara jembatan penghubung putus total. Warga mulai mengalami kelaparan dan kekurangan obat-obatan.

Anak-anak pun tidak dapat bersekolah, meski bangunan sekolah telah selesai direhabilitasi menggunakan dana APBK dan dana revitalisasi.

Pemerintah Aceh Barat berharap adanya dukungan dari pemerintah pusat untuk pembangunan jalan dan jembatan permanen menuju Sikundo, agar warga tidak lagi terisolasi.

Kini, seluruh desa di Aceh Barat telah berhasil diakses dan seluruh korban banjir sudah menerima logistik. Tidak ada lagi wilayah yang terputus.

” Semoga Allah memudahkan segala ikhtiar dan melindungi kita semua,” demikian harapan yang disampaikan Bupati Aceh Barat, setelah misi kemanusiaan ini selesai.

(Dedy Surya)