ACEH BARAT – INFO AKTUAL.CO.ID | Memasuki hari ke-9 Ramadan, Pemerintah Kabupaten Aceh Barat kembali menggelar buka puasa bersama (bukber) bersama awak jurnalis dari berbagai media cetak, online, dan elektronik di Pendopo Bupati, Meulaboh, Aceh Barat. Jum’at, 27/02/2026.
Kegiatan tersebut turut dirangkai dengan aksi bakti sosial berupa penyantunan anak-anak yatim yang berasal dari dua Desa Dalam Kecamatan Johan pahlawan, yakni Desa Leuhan dan Desa Blang Beurandang.
Sejak sore hari, suasana Pendopo dipenuhi tamu undangan dari berbagai unsur dan kalangan. Momentum Ramadan kali ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga wujud nyata kepedulian sosial pemerintah daerah kepada anak-anak yatim yang membutuhkan perhatian dan kasih sayang.
Selain Awak Jurnalis, Para undangan yang tampak hadir, terdiri dari unsur Forkopimda, pimpinan OPD, tokoh masyarakat, perwakilan Ormas, LSM dan mahasiswa,
Kehadiran mereka disambut langsung oleh jajaran protokoler pemerintah daerah dengan suasana yang hangat dan penuh keakraban.
Disela – sela itu, tampak Bupati dan wakilnya, turut menyapa para tamu yang datang lebih awal. Interaksi santai namun penuh makna itu memperlihatkan kedekatan antara pimpinan daerah dan seluruh elemen masyarakat.
Menjelang Bedug berbunyi, Bupati Aceh Barat, Tarmizi,SP., MM., didampingi wakil bupati, Said Fadheil, SH , menyampaikan kata-kata sambutan yang menegaskan bahwa Ramadan adalah waktu terbaik untuk memperkuat empati dan solidaritas sosial.
” Bulan suci ini adalah waktu terbaik untuk berbagi dan mempererat tali silaturahmi. Pemerintah daerah ingin hadir tidak hanya dalam pembangunan fisik, tetapi juga dalam membangun kebersamaan dan kepedulian sosial,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga memberikan apresiasi khusus kepada awak insan pers( Wartawan) yang selama ini dinilai telah menjadi mitra strategis pemerintah dalam menyampaikan informasi pembangunan kepada masyarakat.
Menurutnya, maju mundurnya sebuah daerah tidak terlepas dari peran media sebagai pilar informasi dan kontrol sosial.
” Maju mundurnya sebuah daerah tak terlepas dari peran media. Terima kasih telah bersinergi dan menjadi jembatan informasi antara pemerintah dan masyarakat,” tegas Tarmizi di hadapan para jurnalis yang turut hadir.
Pernyataan tersebut disambut positif oleh para awak media, yang selama ini aktif meliput berbagai kegiatan pemerintahan dan sosial di Kabupaten Aceh Barat.
Kegiatan bukber ini, menjadi simbol komitmen Pemerintah Kabupaten Aceh Barat dalam membangun daerah tidak hanya dari sisi infrastruktur, tetapi juga dari sisi kebersamaan, kepedulian sosial, dan kemitraan yang kuat dengan berbagai elemen, termasuk insan pers.
Sementara itu, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh Barat melalui Sekretaris PWI, Dimas Fuadi, menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah atas terselenggaranya kegiatan buka puasa bersama yang dirangkaikan dengan santunan anak yatim tersebut.
Menurut Dimas, agenda yang digelar oleh Bupati Tarmizi bersama jajaran pemerintah daerah bukan sekadar seremoni Ramadan, melainkan bentuk nyata komitmen membangun komunikasi yang sehat dan terbuka dengan insan pers.
” Kami dari PWI Aceh Barat mengapresiasi langkah pemerintah daerah yang terus menjaga ruang silaturahmi dengan awak media. Momentum Ramadan ini menjadi kesempatan mempererat hubungan kemitraan yang selama ini telah terjalin dengan baik,” ujar Dimas.
Dimas, juga menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah dan media sangat penting dalam menjaga stabilitas informasi serta mendukung pembangunan daerah yang transparan dan akuntabel.
Menurutnya, kegiatan seperti ini mencerminkan keterbukaan pemerintah dalam membangun komunikasi dua arah, sekaligus memperkuat kolaborasi demi kepentingan masyarakat luas.
Sebagaimana diketahui, hingga hari ke-9 Ramadan 1447 Hijriah, Pemerintah Kabupaten Aceh Barat secara konsisten menggelar buka puasa bersama yang ke 7 kalinya dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat, mulai dari Ormas, LSM, mahasiswa, tokoh masyarakat, hingga insan pers.
Suasana hangat penuh kekeluargaan yang tercipta di Pendopo Bupati menjadi simbol kuat bahwa Ramadan bukan hanya tentang ibadah personal, tetapi juga tentang memperkuat persatuan dan solidaritas sosial.
(Dedy Surya)



