TURONGGO WAHYU BUDOYO RAYAKAN ULANG TAHUN KE-3 BERSAMA SESAMA GRUP KESENIAN, SIRAMKAN SILATURAHMI MENYAMBUT LEBARAN IDUL FITRI 1447 H

1773931996880

Tubaba Lampung_Infoaktual.Co.id
24 Maret 2026 – Grup kesenian jaranan Turonggo Wahyu Budoyo merayakan ulang tahun ke-3 dengan acara spesial live saat idul Fitri ke 4 yang digelar di Unit 7 Bujung Dewa, berlangsung dari siang hingga malam hari .

Acara yang dihadiri oleh berbagai unsur dalam grup, termasuk sinden berbakat Lamtin dan dipimpin langsung oleh Bapak Nandang Wiro, tidak hanya menjadi momen perayaan perkembangan kesenian, tetapi juga ajang silaturahmi yang hangat menjelang kedatangan Hari Raya Idul Fitri ke-1447 Hijriah.

Kesenian jaranan, yang menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya lokal, menjadi pusat perhatian dalam acara ini. Para pemain dengan kostum warna-warni dan topeng khas jaranan memperagakan gerakan dinamis yang melambangkan keberanian dan keanggunan, sementara irama kendang dan musik tradisional mengiringi setiap aksi yang menghibur penonton. Melalui pertunjukan ini, Turonggo Wahyu Budoyo ingin memperkuat nilai-nilai budaya lokal sekaligus mempererat tali persaudaraan.

Dalam suasana kedekatan yang khas lebaran, acara juga diisi dengan pertemuan antar grup kesenian se-Lampung. Para penggiat kesenian saling bertukar pikiran, berbagi pengalaman dalam mengembangkan kesenian tradisional, serta mempererat tali silaturahmi yang menjadi ruh utama dalam merayakan hari kemenangan umat Islam. Hal ini menjadi bukti bahwa kesenian tidak hanya sebagai wadah ekspresi budaya, tetapi juga sebagai jembatan penghubung antar individu dan komunitas.

Bapak Nandang Wiro sebagai pemimpin menyampaikan apresiasi kepada seluruh anggota dan sesama grup kesenian yang telah berpartisipasi. “Perayaan ulang tahun kali ini memiliki makna yang sangat dalam bagi kami. Selain merayakan perkembangan Turonggo Wahyu Budoyo ke 3, kami juga ingin menjadikan momen ini sebagai sarana untuk mempererat tali silaturahmi, terutama menjelang lebaran yang selalu membawa semangat kebersamaan,” ucapnya.

Acara ditutup dengan doa bersama untuk kebaikan bersama dan kelangsungan pengembangan kesenian tradisional di wilayah Lampung, serta harapan agar nilai-nilai silaturahmi dan kebhinekaan terus terjaga dalam setiap langkah kehidupan bermasyarakat.

Pewarta:Rezqi Anugrah Pratama