
GUNUNGSITOLI, 24/09/2026, infoaktual.co.id – Pelaksanaan aksi damai Lembaga Swadaya Masyarakat Kemilau Cahaya Bangsa Indonesia (LSM KCBI) Kepulauan Nias bersama sejumlah aktivis dan masyarakat memasuki persoalan baru. Pada hari kedua aksi, Kamis (24/9/2026), pimpinan aksi Helpin Zebua mengungkap adanya informasi mengenai pihak yang diduga meminta dukungan dana dengan mengatasnamakan aksi damai yang digelar KCBI.
Aksi tersebut diketahui berlangsung selama tiga hari berturut-turut, mulai Rabu (23/9/2026) hingga Jumat (25/9/2026).
Helpin mengatakan, informasi mengenai dugaan penggalangan dana tersebut diterimanya secara langsung dari sejumlah pihak yang mengaku didatangi atau dimintai dukungan oleh seseorang yang mengatasnamakan aksi KCBI.
Menurutnya, pihak yang menyampaikan informasi tersebut meminta agar identitas mereka tidak dipublikasikan. Begitu pula identitas pihak yang disebut melakukan permintaan dukungan belum diungkap ke publik.
“Saya mendapatkan informasi dan keluhan langsung dari beberapa pihak yang menyampaikan bahwa ada oknum yang mengatasnamakan aksi dari LSM KCBI meminta dukungan dana kepada pihak-pihak dimaksud,” kata Helpin kepada awak media, Kamis (24/9/2026).
Helpin menegaskan bahwa informasi tersebut bukan berasal dari dugaan atau cerita yang tidak jelas, melainkan disampaikan langsung oleh pihak yang mengaku menjadi sasaran permintaan dukungan.
Namun demikian, hingga saat ini belum ada identitas maupun keterangan dari pihak yang disebut melakukan penggalangan dana tersebut. Karena itu, informasi tersebut masih perlu diverifikasi lebih lanjut.
Di tengah munculnya informasi tersebut, Helpin meminta seluruh pihak agar tidak serta-merta memberikan uang maupun bentuk dukungan lainnya kepada siapa pun yang mengatasnamakan aksi damai KCBI tanpa melakukan verifikasi.
Ia menegaskan bahwa pelaksanaan aksi selama tiga hari tersebut memiliki struktur dan manajemen yang telah ditentukan sebelum kegiatan berlangsung.
“Jangan respon dan jangan tanggapi tanpa melakukan verifikasi terlebih dahulu. Pelaksanaan aksi damai selama tiga hari ini sudah memiliki manajemen dan ada Divisi Mobilisasi dan Aksi yang menangani segala persiapan aksi jauh sebelum aksi dilaksanakan,” tegasnya.
Menurut Helpin, struktur pelaksana aksi telah jelas, termasuk pimpinan atau penanggung jawab aksi serta koordinator lapangan. Nama-nama tersebut, kata dia, tercantum dalam surat pemberitahuan aksi yang telah disampaikan kepada pihak berwenang.
Karena itu, ia meminta pihak mana pun yang menerima permintaan dukungan atas nama aksi untuk terlebih dahulu memastikan apakah orang yang meminta tersebut benar-benar bagian dari manajemen resmi aksi.
“Manajemen aksi ada, yaitu Divisi Mobilisasi dan Aksi. Korlap sudah jelas, pimpinan atau penanggung jawab aksi juga sudah ada. Nama-namanya jelas ada dalam pemberitahuan aksi, struktur juga jelas ada dalam surat,” ujarnya.
Helpin menilai langkah verifikasi penting dilakukan agar tidak terjadi penyalahgunaan nama aksi maupun kesalahpahaman terhadap pihak-pihak yang selama ini memberikan dukungan.
“Pihak atau oknum mana pun tidak punya dasar mengatasnamakan aksi ini untuk menggalang dana. Tolong sekali lagi diverifikasi terlebih dahulu manajemen aksinya yang disertai dengan surat aksi atau pemberitahuan aksi,” tegasnya.
Helpin secara khusus mengingatkan masyarakat, pelaku usaha, maupun pihak lain yang menerima permintaan dukungan agar tidak langsung memenuhi permintaan tersebut hanya karena membawa nama aksi KCBI.
Menurutnya, dukungan terhadap aksi harus dapat dipastikan berasal dari mekanisme yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.
Ia juga meminta pihak yang memperoleh informasi mengenai permintaan dana tersebut untuk melakukan konfirmasi kepada manajemen resmi aksi sebelum mengambil keputusan.
“Harapan saya jangan pernah menanggapi, menerima, ataupun menuruti apa yang diminta oleh oknum-oknum dimaksud sebelum dilakukan verifikasi,” katanya.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa KCBI Kepulauan Nias tidak ingin nama dan kegiatan aksi yang sedang berlangsung digunakan oleh pihak lain untuk kepentingan penggalangan dana di luar mekanisme yang telah ditetapkan.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan dari pihak yang disebut-sebut melakukan permintaan dukungan dana tersebut. Redaksi juga belum memperoleh bukti independen mengenai identitas maupun motif pihak yang dimaksud.
Dengan demikian, informasi mengenai dugaan penggalangan dana yang mengatasnamakan aksi KCBI tersebut masih merupakan informasi yang disampaikan pimpinan aksi berdasarkan laporan sejumlah pihak dan tetap terbuka untuk dilakukan verifikasi serta klarifikasi lebih lanjut.
KCBI Kepulauan Nias sendiri meminta setiap pihak yang memperoleh permintaan dukungan atas nama aksi agar terlebih dahulu meminta identitas, memastikan struktur kepanitiaan atau manajemen aksi, serta mencocokkannya dengan dokumen pemberitahuan aksi yang resmi. (Deni Zega)



