MEULABOH – INFOAKTUAL.COM | Nasib malang menimpa Abdul Hafit Maulidar (16), siswa kelas 1 SMK Negeri 2 Meulaboh.
Remaja Asal Nagan Raya yang akrab disapa Dodo ini kini terbaring lemas dan mendapatkan perawatan intensif di ruang perawatan RSUD Cut Nyak Dien (CND) Meulaboh, Rabu (29/4/2026).
Pelajar tersebut harus menerima perawatan medis usai menjadi korban penganiayaan atau pengeroyokan yang dilakukan oleh sekelompok remaja yang diduga juga merupakan siswa senior dari sekolah yang sama, yakni kelas 2 dan kelas 3 SMKN 2 Meulaboh.
Hingga berita ini diturunkan, kondisi korban masih memprihatinkan. Sekujur tubuhnya terlihat memar akibat hantaman pukulan. Mata kanannya terlihat merah pekat diduga karena pembekuan darah, sementara mata kirinya membengkak parah sehingga sulit untuk dibuka. Korban tampak lemah dan kesakitan akibat siksaan yang dialaminya.
Selain fisik yang babak belur, kerugian juga dialami pada harta benda. Kendaraan milik korban dirusak oleh para pelaku, dan aki (baterai) kendaraan tersebut dilaporkan hilang atau dibawa kabur oleh para perundung.
Peristiwa naas ini bermula pada pukul 14:30 WIB, saat korban sedang dalam perjalanan pulang bersama seorang temannya. Di tengah jalan, rombongan korban dicegat oleh sekelompok remaja yang sudah menunggu.
Salah satu pelaku yang berinisial ANR dan diduga sebagai dalang utama, langsung menuduh korban telah mencuri sebuah BAOT, Tanpa memberi kesempatan untuk membela diri, ANR langsung melayangkan pukulan keras tepat ke wajah korban.
Akibat pukulan tersebut, Dodo langsung jatuh tersungkur ke tanah. Melihat korban terjatuh, teman-teman pelaku tidak tinggal diam. Mereka bergantian memukuli dan menendang tubuh korban dengan kejam.
Interogasi Ala Mafia HONKONG
Tidak puas menganiaya di tempat pertama, para pelaku kemudian menyeret korban yang sudah tak berdaya ke belakang gedung SKB. Di lokasi yang sepi tersebut, terjadi apa yang disebut sebagai “drama interogasi ala mafia Hongkong”. Korban kembali disiksa dan dianiaya secara bergantian oleh para pelaku.
Aksi kejam ini tidak berhenti di situ. Korban yang sudah lemas kembali dibawa oleh para pelaku ke area belakang sekolah SMKN 2 Meulaboh, diduga dengan niat untuk melancarkan aksi penganiayaan tahap berikutnya.
Dicegat Guru SMKN 3
Beruntungnya nyawa korban terselamatkan ketika aksi ala Mafia, penculikan dan penganiayaan lanjutan itu diketahui oleh warga sekitar.
Selain itu, aksi mereka berhasil digagalkan berkat keberanian seorang guru dari SMK Negeri 3 Meulaboh yang bernama Eva. Ibu Eva melihat kejadian tersebut dan langsung mencegah agar kekerasan tidak berlanjut lebih jauh.
Kisah pilu ini tentu saja menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban. Muklis (52), ayah korban yang merupakan warga Padang Panyang, Nagan Raya, mengaku sangat terpukul setelah mengetahui kejadian mengerikan yang menimpa putranya.
Melihat kondisi anaknya yang babak belur dan tidak berdaya, pihak keluarga tidak tinggal diam. Mereka telah mengambil langkah hukum dengan melaporkan kasus ini ke pihak PPA (Perlindungan Perempuan dan Anak) Polres Aceh Barat.
Dengan mata berkaca-kaca, Muklis mengungkapkan perasaannya yang sangat mendalam.
“Saya sangat sedih dan tidak terima anak saya diperlakukan seperti itu oleh seniornya sendiri. Bagaimana bisa pelajar melakukan kekerasan sekejam ini,” ujar Muklis dengan nada bergetar.
Hingga saat ini, Dodo masih harus berbaring di rumah sakit untuk mendapatkan pengobatan maksimal guna memulihkan kondisi fisik dan kesehatannya.
Keluarga korban dan masyarakat sekitar sangat menyayangkan terjadinya tindakan anarkis yang melibatkan pelajar ini. Mereka berharap pihak sekolah dan kepolisian dapat menindak tegas para pelaku agar tidak terjadi lagi kasus serupa di kemudian hari, serta memberikan keadilan bagi korban.
Dedy Surya



