Dr. Yandri Terpilih sebagai Rektor ISI Padangpanjang Periode 2026–2030

PADANGPANJANG — Dr. Yandri, S.Sn., M.Sn. terpilih sebagai Rektor Institut Seni Indonesia (ISI) Padangpanjang periode 2026–2030 dalam pemilihan yang berlangsung pada Kamis, 1 Oktober 2026.

Raih 30 Suara, Siap Merangkul Semua Pihak dan Membawa Kampus Biru Bangkit Kembali, suara petahana 12 dan 4 suara tidak sah

 

Berdasarkan penjelasan Dr. Yandri dalam sambutan seusai pemilihan, calon nomor urut 1 tersebut memperoleh dukungan suara anggota senat dan suara kementerian. Dengan demikian, Dr. Yandri meraih total 30 suara.

 

Sebanyak 31 anggota Senat ISI Padangpanjang memiliki hak suara dalam gpemilihan tersebut. Sementara itu, hak suara Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi sebesar 35 persen dikonversikan menjadi 16 suara.

 

Pemilihan turut dihadiri Ade Faisal, Kepala Biro Perencanaan dan Kerja Sama Sekretariat Jenderal Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Kehadiran perwakilan kementerian merupakan bagian dari pelaksanaan pemilihan rektor yang transparan, objektif, akuntabel, dan sesuai dengan ketentuan.

 

Dr. Yandri dijadwalkan mulai menjalankan tugas setelah berakhirnya masa jabatan rektor saat ini pada 22 Desember 2026.

 

*Kemenangan untuk Membangun Bersama

*

Dalam sambutan pertamanya, Dr. Yandri menyampaikan terima kasih kepada anggota senat dan seluruh sivitas akademika yang telah memberikan dukungan, baik secara langsung maupun tidak langsung.

 

Ia menegaskan bahwa kemenangan tersebut bukan hanya milik satu kelompok. Setelah proses pemilihan selesai, seluruh perbedaan harus ditinggalkan dan seluruh unsur kampus perlu kembali bersatu membangun ISI Padangpanjang.

 

“Termasuk yang sekarang tidak berada di barisan kita, akan kita rangkul. Kalau memang ikhlas ikut membangun lembaga ini, kita akan bersama-sama membangun. Tujuan kita murni untuk mengembangkan ISI Padangpanjang agar lebih baik dari situasi hari ini,” ujar Dr. Yandri.

 

Ia memastikan tidak akan membedakan orang-orang yang mendukungnya dengan mereka yang sebelumnya berada di barisan calon lain. Menurutnya, ISI Padangpanjang hanya dapat berkembang apabila dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, senat, dan seluruh pimpinan unit bekerja dalam satu tujuan.

 

*Terbuka terhadap Kritik dan Saran

*

Dr. Yandri menegaskan dirinya bukan pemimpin yang alergi terhadap kritik. Kritik dan saran justru diperlukan sebagai bahan evaluasi serta pijakan untuk memperbaiki tata kelola kampus.

 

“Saya bukan orang yang antikritik. Saya akan menerima semua saran dan kritik karena kritik itu untuk membangun dan membawa kebaikan kampus kita ke depan,” katanya.

 

Ia juga mengakui tidak mungkin menguasai seluruh bidang dan menyelesaikan berbagai persoalan seorang diri. Karena itu, orang-orang yang memiliki keahlian dan kompetensi akan ditempatkan pada posisi yang tepat.

 

“Saya tidak pakar untuk semua bidang dan tidak ahli untuk semuanya. Keahlian kita terbatas. Nanti setiap orang akan ditempatkan pada posisi yang tepat sehingga kita bisa berpacu lebih cepat untuk mengembangkan kembali ISI Padangpanjang,” jelasnya.

 

Dalam menjalankan kepemimpinan, Dr. Yandri turut mengharapkan arahan para profesor dan senior sebagai orang tua serta sumber pengalaman di lingkungan kampus.

 

*Akreditasi Institusi Sedang Menunggu Asesmen

*

Terkait akreditasi institusi, Wakil Rektor 1 Bidang Akademik dan Kerja Sama meluruskan bahwa dokumen akreditasi ISI Padangpanjang telah diajukan dan saat ini sedang berada dalam antrean asesmen.

 

Dengan demikian, kondisi tersebut bukan merupakan perpanjangan sementara untuk melakukan pengajuan kembali. ISI Padangpanjang kini sedang menunggu tahapan asesmen dari lembaga akreditasi sesuai dengan prosedur yang berlaku.

 

Kepemimpinan baru diharapkan memberikan dukungan penuh terhadap seluruh tahapan asesmen. Koordinasi antara Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kerja Sama, lembaga penjaminan mutu, program studi, serta seluruh unit terkait perlu diperkuat agar data dan bukti pendukung dapat disiapkan dengan baik.

 

Proses akreditasi menjadi tanggung jawab bersama karena menyangkut mutu institusi, kepercayaan masyarakat, serta masa depan mahasiswa dan lulusan ISI Padangpanjang.

 

Hasil asesmen nantinya juga perlu dijadikan dasar untuk melakukan evaluasi dan peningkatan mutu secara berkelanjutan, bukan sekadar memenuhi persyaratan administratif.

 

*Hadapi Tantangan BLU dan Ketergantungan terhadap UKT

*

Tantangan besar berikutnya adalah pengelolaan ISI Padangpanjang sebagai Badan Layanan Umum atau BLU. Dr. Yandri menyebut kampus harus segera menyiapkan strategi pengembangan sumber pendapatan baru.

 

Menurutnya, ISI Padangpanjang saat ini masih sangat bergantung pada Uang Kuliah Tunggal mahasiswa. Ketergantungan tersebut dapat menjadi persoalan apabila kebijakan nasional mengenai biaya kuliah di perguruan tinggi negeri mengalami perubahan.

 

“Kita tidak boleh hanya bergantung kepada UKT sebagai sumber pemasukan. Kita membutuhkan pemikiran bersama, strategi, ide cerdas, dan kreativitas untuk menciptakan sumber-sumber pendapatan baru bagi lembaga,” ujarnya.

 

Perguruan tinggi seni memiliki banyak potensi yang dapat dikembangkan sebagai sumber pendapatan BLU, seperti pemanfaatan gedung pertunjukan, studio rekaman, galeri, produksi seni, pelatihan, sertifikasi kompetensi, kekayaan intelektual, jasa desain, festival, penerbitan, serta kerja sama dengan pemerintah dan industri kreatif.

 

Dr. Yandri mengingatkan bahwa apabila dalam beberapa tahun mendatang kementerian mengharuskan ISI Padangpanjang menjalankan BLU secara penuh, institusi harus telah memiliki kesiapan. Kegagalan membangun sumber pendapatan alternatif dapat berdampak terhadap keberlanjutan program serta kesejahteraan dosen dan tenaga kependidikan.

 

*Buka Kembali Jaringan Nasional dan Internasional*

 

Dr. Yandri juga menyoroti melemahnya jaringan eksternal ISI Padangpanjang dalam beberapa tahun terakhir. Menurutnya, kondisi tersebut membuat kiprah institusi semakin jarang terdengar pada tingkat nasional.

 

Ia menilai pembenahan internal harus dilakukan terlebih dahulu. Setelah lembaga kembali kuat dan kondusif, ISI Padangpanjang perlu mengembangkan diri ke luar melalui kerja sama nasional dan internasional.

 

“Setelah lembaga ini menjadi lebih baik, kita mencoba mengembangkan diri ke luar. Salah satu yang paling penting adalah membuka kembali dan menjalin kerja sama dengan jaringan-jaringan eksternal yang belakangan terasa terputus,” ujarnya.

 

Kerja sama tersebut diharapkan dapat memperkuat posisi ISI Padangpanjang dalam pendidikan seni, penelitian, penciptaan, pengabdian kepada masyarakat, pertukaran mahasiswa dan dosen, festival seni, serta industri kreatif.

 

Menurut Dr. Yandri, publik harus kembali mendengar keberadaan, prestasi, karya, dan kontribusi ISI Padangpanjang dalam pembangunan seni dan budaya Indonesia.

 

*Tempatkan Orang Sesuai Kompetensi

*

Dr. Yandri berkomitmen membangun tim kerja berdasarkan kompetensi, rekam jejak, integritas, dan kemampuan menyelesaikan persoalan.

 

Berbagai pemikiran dan program akan dipetakan, kemudian diserahkan kepada orang-orang yang memiliki kemampuan sesuai bidang masing-masing. Langkah tersebut dinilai penting agar ISI Padangpanjang dapat bergerak lebih cepat dalam menjawab berbagai tantangan.

 

Ia menegaskan bahwa dirinya tidak sanggup bekerja sendiri. Keberhasilan kepemimpinan baru sangat bergantung pada kesediaan seluruh unsur kampus untuk ikut berpikir dan bekerja.

 

“Saya membutuhkan bantuan Bapak dan Ibu semua. Mari bersama-sama berpikir dan bekerja membangun lembaga ini. Kalau kita saling meninggalkan, saya khawatir kita akan hancur bersama-sama,” katanya.

 

*Kerja Bersama Dimulai 22 Desember

*

Dr. Yandri akan memulai masa tugasnya pada 22 Desember 2026. Namun, sejumlah agenda strategis sudah mulai dipetakan sebelum pelantikan agar dapat segera dilaksanakan pada awal 2027.

 

Agenda tersebut mencakup pengawalan proses asesmen akreditasi, penguatan BLU, penciptaan sumber pendapatan non-UKT, pembenahan tata kelola, pemulihan suasana akademik, pengembangan fasilitas, serta pembukaan kembali jaringan kerja sama nasional dan internasional.

 

Dukungan kementerian dinilai menjadi modal penting bagi kepemimpinan baru. Dr. Yandri berharap berbagai program pengembangan ISI Padangpanjang memperoleh kemudahan dan dukungan dari pemerintah pusat.

 

*Harapan Baru Kampus Biru

*

Terpilihnya Dr. Yandri membawa harapan baru bagi keluarga besar ISI Padangpanjang. Kepemimpinan periode 2026–2030 akan menghadapi berbagai pekerjaan besar yang membutuhkan kebersamaan, keberanian, kreativitas, dan kerja nyata.

 

Kemenangan tersebut bukanlah akhir dari sebuah kompetisi, melainkan awal dari tanggung jawab untuk merangkul seluruh unsur kampus dan mengembalikan marwah ISI Padangpanjang sebagai perguruan tinggi seni yang unggul, terbuka, inovatif, berbudaya, dan berdaya saing.

 

Selamat kepada Dr. Yandri, S.Sn., M.Sn., Rektor Terpilih ISI Padangpanjang periode 2026–2030.

 

Kampus Biru bangkit dan bersatu—bersama membangun ISI Padangpanjang yang lebih baik. Tim