Daftar Isi:
- 1 AMBON – INFOAKTUAL| Kekecewaan dan kemarahan publik Kota Ambon terhadap kinerja dan janji manis Wali Kota Ambon, Bodewin M. Watimena, kini memuncak. kamis,16/10/2025.
- 1.1 Kritik tajam datang dari kalangan pemuda dan aktivis muda Maluku, salah satunya Muhammad Loilatu, S.Ip, yang menilai bahwa pujian sebagian aktivis kepada wali kota tersebut adalah bentuk kemerosotan moral intelektual dan kehilangan fungsi sosial kontrol mahasiswa.
- 1.2 Menurut Loilatu, perilaku sebagian aktivis dan mahasiswa yang justru memuji-muji kepala daerah secara berlebihan adalah pengkhianatan terhadap peran intelektual muda yang seharusnya berfungsi sebagai pengontrol kebijakan publik, bukan menjadi “pelayan kekuasaan”.
- 1.3 Ia menegaskan, “Pemuda dan mahasiswa mestinya sadar posisi mereka sebagai agent of change dan agent of social control, bukan menjadi alat pencitraan pejabat.”
- 1.4 Kritik keras ini muncul, setelah berbagai kebijakan Pemerintah Kota Ambon dinilai tidak berpihak pada seluruh masyarakat.
- 1.5 Disebut- sebut Sejak Bodewin Watimena menjabat sebagai Penjabat (Pj) hingga kini menjadi wali kota definitif, banyak kebijakan yang dianggap tebang pilih dan jauh dari prinsip “Bt par Ambon, Ambon par Samua” yang kerap digaungkan pemerintahannya.
- 1.6 Loilatu juga menyinggung beberapa kawasan seperti Desa Batu Merah, Stain-Batu Tagepe, Kahena, dan Ahuru hingga kini dibiarkan dengan kondisi jalan rusak parah dan berlubang seperti kolam ikan.
- 1.7 “Di kawasan itu, masyarakat terpaksa bergotong royong menutup jalan rusak dengan pasir dan semen seadanya agar tidak memakan korban. Sementara di wilayah tertentu seperti Paso, yang kerusakannya ringan, justru diperbaiki dengan cepat. Ini bentuk ketidakadilan dan diskriminasi kebijakan,” ujarnya tegas.
- 1.8 Dalam pernyataannya, loilatu juga menyoroti terkait program penyediaan air bersih di beberapa titik lokasi seperti di Waimahu, Tahola, dan Halong yang diresmikan pada 31 Juli lalu.
- 1.9 program tersebut dinilainya hanya menyentuh wilayah-wilayah tertentu yang diduga merupakan basis dukungan politik atau daerah yang dekat dengan lingkaran wali kota.
- 1.10 ” Masyarakat di Batu Merah, Kebun Cengkeh, Gadihu, Kanawa, hingga Wara juga sangat membutuhkan akses air bersih. Ini bukti pemerintah lebih memprioritaskan kelompoknya sendiri,” tambahnya.
- 1.11 Diketahui juga, Bodewin Watimena sebelumnya pernah menjanjikan 17 program prioritas, termasuk perbaikan jalan rusak, pengurangan kemacetan, pengadaan air bersih, dan reformasi birokrasi bersih.
- 1.12 Namun, hingga kini sebagian besar janji itu dinilai hanya sebatas retorika politik tanpa realisasi nyata alias omong kosong.
- 1.13 ” Ini bukan sekadar soal jalan dan air bersih, tapi soal kegagalan menjalankan amanah rakyat dan mengingkari janji publik,” tegas Loilatu.
- 1.14 Lebih lanjut, Loilatu menyatakan bahwa kekecewaan masyarakat dan aktivis muda Ambon tidak akan berhenti di ruang media.
- 1.15 Ia memastikan, akan ada aksi demonstrasi besar-besaran di depan Balai Kota Ambon dan Gong Perdamaian Dunia sebagai bentuk check and balance di luar sistem kekuasaan.
- 1.16 ” Kami akan turun ke jalan. Kami akan konsolidasi, kumpulkan data, dan suarakan ketidakadilan ini langsung di depan hidung pemangku kekuasaan,” ancamnya.
- 1.17 Di akhir pernyataan kerasnya, Loilatu menambahkan,“Pejabat publik berbuat untuk rakyat itu hal biasa, karena itu memang tugas dan tanggung jawabnya. Tapi aktivis dan mahasiswa yang memuja pejabat, itu memalukan. Kita bukan budak kekuasaan, kita pengawal nurani rakyat.”! pungkasnya.
- 1.18 (Talib)
- 1.19



