ACEH BARAT — INFOAKTUAL.CO.ID | Pembangunan Masjid Darul Ikcsan di Desa Alu Eumpek dan Alu Bili, Kecamatan Woyla Timur, hingga kini masih terbengkalai sejak dimulai pada 2022.
Peletakan batu pertama Masjid tersebut dilakukan pada masa Pemerintahan Pj Mahdi Effendi. seyogianya menjadi pusat ibadah masyarakat, kini hanya menyisakan rangka beton yang mulai ditumbuhi semak belukar, Minggu, 3/5/26.
Dengan jumlah penduduk sekitar 100 jiwa atau 34 kepala keluarga, warga setempat telah berupaya membangun masjid melalui swadaya.
Setiap bulan, masyarakat menyisihkan iuran sebesar Rp5.000 per orang, namun dana yang terkumpul hanya berkisar Rp150 ribu hingga Rp200 ribu per bulan.
Dalam setahun, total dana yang berhasil dihimpun hanya sekitar Rp2 juta hingga Rp2,4 juta. Jumlah tersebut dinilai jauh dari cukup untuk melanjutkan pembangunan masjid yang membutuhkan biaya besar.
Keuchik Desa Alu Eumpek, Kasem, mengungkapkan bahwa kondisi ekonomi warga menjadi kendala utama, sehingga pengumpulan dana pun tidak selalu berjalan lancar setiap tahun. Akibatnya, pembangunan masjid harus terhenti tanpa kepastian hingga saat ini.
Warga bersama panitia pembangunan kini hanya bisa berharap adanya perhatian dari pemerintah daerah serta bantuan dari para dermawan.
Mereka menginginkan agar pembangunan Masjid Darul Ikcsan dapat kembali dilanjutkan dan segera dimanfaatkan oleh masyarakat.
” Kami sangat berharap adanya perhatian dari pemerintah daerah, agar pembangunan masjid ini bisa kembali berjalan dan segera dimanfaatkan oleh masyarakat,” ujar Keuchik Kasem penuh harap.
Masjid Darul Ikcsan kini menjadi simbol perjuangan masyarakat kecil dalam mewujudkan rumah ibadah di tengah keterbatasan.
Tanpa adanya bantuan dari pihak luar harapan tersebut terancam semakin memudar dan tinggal menjadi bangunan mangkrak semata.
Selain itu, minimnya kemampuan finansial masyarakat setempat membuat pembangunan Masjid Darul Ikcsan sulit dilanjutkan.
Diperlukan kepedulian nyata dari pemerintah dan para donatur agar impian warga memiliki rumah ibadah yang layak tidak benar-benar terkubur.
(Dedy Surya)



