Pasaman Barat, InfoAktual.co.id – Bupati Pasaman Barat memantau langsung pelaksanaan Pemilihan Wali Nagari (Pilwana) Badunsanak di enam tempat pemungutan suara (TPS) di Kecamatan Kinali, Selasa (20/10/2026). Pada hari terakhir pemungutan suara tersebut, Bupati memastikan pesta demokrasi tingkat nagari berlangsung aman, tertib, dan kondusif.
Dalam kunjungannya, Bupati meninjau proses pemungutan suara sekaligus melihat tingkat partisipasi masyarakat di sejumlah nagari. Berdasarkan hasil pemantauan, jumlah warga yang telah menggunakan hak pilih bervariasi di setiap TPS.
Di TPS 02 Anam Koto Selatan, sebanyak 256 orang telah menggunakan hak pilih dari total 616 pemilih dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT). Sementara itu, di TPS 02 Nagari Bunuik, tercatat 270 pemilih dari 622 DPT telah memberikan suara.
Adapun di TPS 02 Padang Canduh, sebanyak 255 orang telah menggunakan hak pilih dari total 609 pemilih. Di TPS 01 Koja, jumlah pemilih yang telah memberikan suara mencapai 354 orang dari 616 DPT.
Sementara itu, tingkat partisipasi lebih tinggi tercatat di Nagari Limau Purut. Di TPS 01, sebanyak 435 orang dari 538 DPT telah menggunakan hak pilih. Sedangkan di TPS 04, tercatat 403 pemilih dari total 587 DPT telah memberikan suara.
Bupati Pasaman Barat mengapresiasi partisipasi masyarakat dan peran berbagai pihak yang telah mendukung kelancaran pelaksanaan Pilwana Badunsanak. Ia menyebut tingkat partisipasi pemilih secara umum mencapai sekitar 70 persen.
“Partisipasi masyarakat cukup bagus, sekitar 70 persen. Tentunya saya mengucapkan terima kasih kepada panitia dan seluruh masyarakat, tokoh masyarakat, bapak-bapak anggota dewan, kepala dinas, para Pj. wali nagari, serta para sesepuh yang telah berpartisipasi sehingga Pilwana kita berjalan lancar,” ujar Bupati.
Menurutnya, keberhasilan Pilwana tidak hanya diukur dari proses pemungutan suara, tetapi juga dari kemampuan seluruh elemen masyarakat menjaga persatuan dan keharmonisan di tengah perbedaan pilihan.
Ia mengimbau masyarakat agar tetap menjaga suasana aman dan kondusif hingga seluruh tahapan pemilihan selesai. Perbedaan pilihan, katanya, hendaknya tidak menjadi pemicu perselisihan, melainkan bagian dari dinamika demokrasi yang harus disikapi secara dewasa.
Terkait tahapan selanjutnya, Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat akan menunggu pengumuman hasil Pilwana sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Pelantikan wali nagari terpilih direncanakan berlangsung pada November 2026.
“Nanti sesuai jadwal akan disesuaikan, karena pelantikannya direncanakan pada November. Wali nagari terpilih juga akan diberikan arahan dan pembekalan agar nantinya dapat menjalankan tugas dengan baik untuk kepentingan masyarakat,” ungkapnya.
Bupati menegaskan, pembekalan tersebut penting agar para wali nagari terpilih memahami tugas, wewenang, serta tanggung jawab dalam menjalankan pemerintahan nagari.
Ia berharap pemimpin yang terpilih nantinya mampu mengemban amanah dengan baik, mengutamakan pelayanan kepada masyarakat, serta mendorong pembangunan dan peningkatan kesejahteraan warga di nagari masing-masing.
Pemantauan Pilwana di Kecamatan Kinali tersebut turut dihadiri Kepala DPMN Lenggo Apri Yanti, Kepala Bapenda M. Bona Fatwa, Kepala Dishub Decky Harmiko, Kepala Dispar Sukarni, Kepala DPPKBP3A Armen, Kepala Disnaker Bakaruddin, Kabag Kesra Getri Ardenis, Kabag Protokol Sofyan, serta Sekretaris Satpol PP dan Kabid IKP Diskominfo Yudhinal Reviola bersama sejumlah pemangku kepentingan terkait.(Sandra)



