PASAMAN BARAT, InfoAktual.co.id — Bupati Pasaman Barat (Pasbar) Yulianto turun langsung memantau pelaksanaan Pemilihan Wali Nagari (Pilwana) di sejumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Kecamatan Pasaman, Kamis (8/10/2026).
Di tengah pesta demokrasi tingkat nagari tersebut, Bupati Yulianto menyampaikan pesan tegas kepada masyarakat: gunakan hak pilih, tetapi jangan sampai perbedaan pilihan memutus hubungan persaudaraan.
Bupati mengajak masyarakat yang belum mendapatkan atau belum melaksanakan jadwal pemilihan untuk tetap menggunakan hak pilih sesuai jadwal yang telah ditetapkan, dengan mengedepankan keamanan, ketertiban, kedamaian, dan semangat badunsanak.
Dalam pemantauan itu, Bupati Yulianto didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Pasbar Doddy San Ismail, unsur Forkopimda, serta sejumlah kepala OPD terkait.
Rombongan memantau langsung beberapa lokasi TPS, di antaranya TPS 01 Nagari Aia Gadang Timur, TPS 01 Nagari Aia Gadang Barat, TPS 7 Nagari Pinaga Aua Kuniang, serta TPS 01 Nagari Pinaga Aua Kuniang.
Kehadiran pimpinan daerah tersebut untuk memastikan proses Pilwana berjalan aman, lancar, tertib dan kondusif, sekaligus melihat secara langsung antusiasme masyarakat dalam menggunakan hak pilihnya.
Bupati Yulianto memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang ikut menjaga pelaksanaan Pilwana agar tetap berlangsung aman dan damai. Menurutnya, keberhasilan menjaga suasana kondusif tidak terlepas dari peran panitia Pilwana, niniak mamak, alim ulama, tokoh masyarakat, aparat keamanan, serta seluruh elemen masyarakat.
“Ini tentunya berkat arahan panitia Pilwana, angku-angku, niniak mamak, alim ulama, dan semua pihak. Siapa pun yang nantinya diberi amanah oleh masyarakat menjadi wali nagari, harus mampu menjalin koordinasi dengan camat, OPD, hingga pemerintahan nagari agar penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan maksimal,” ujar Yulianto.
Yulianto menegaskan bahwa Pilwana Badunsanak tidak semata-mata menjadi ajang memilih sosok pemimpin nagari. Lebih dari itu, Pilwana harus menjadi momentum memperkuat persatuan, kekeluargaan, dan persaudaraan di tengah masyarakat.
Perbedaan pilihan, kata dia, merupakan hal biasa dalam demokrasi. Namun, perbedaan tersebut jangan sampai menimbulkan konflik atau merusak hubungan sosial yang telah terjalin selama ini.
Karena itu, ia kembali mengingatkan masyarakat yang belum melaksanakan pemilihan agar datang ke TPS sesuai jadwal dan menggunakan hak pilih secara bertanggung jawab.
“Yang belum melaksanakan pemilihan, mari kita laksanakan dengan aman dan badunsanak. Pilwana Badunsanak mengusung semangat kekeluargaan, kedamaian, dan persaudaraan,” tegasnya.
Bupati berharap seluruh rangkaian tahapan Pilwana di Kabupaten Pasaman Barat dapat berlangsung hingga selesai tanpa gangguan keamanan maupun konflik di tengah masyarakat.
Kepada wali nagari yang nantinya terpilih, Yulianto berpesan agar tidak hanya menjadi pemimpin bagi kelompok pendukungnya, tetapi menjadi pemimpin bagi seluruh masyarakat nagari.
Ia juga meminta wali nagari terpilih membangun komunikasi dan sinergi dengan pemerintah kecamatan, pemerintah daerah, perangkat nagari, serta seluruh unsur masyarakat demi meningkatkan pelayanan dan pembangunan di nagari.
“Berbeda pilihan saat Pilwana adalah hal biasa. Setelah pemilihan selesai, mari kembali bersatu, badunsanak, dan bersama-sama membangun nagari,” menjadi semangat yang ditekankan dalam pemantauan Pilwana tersebut.(Sandra)



