SUNGAI PENUH – Upaya memperkuat fondasi ketahanan pangan dan meningkatkan produktivitas sektor pertanian terus digenjot oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Sungai Penuh. Salah satu langkah strategis yang kini tengah direalisasikan adalah percepatan Program Optimalisasi Lahan Rawa Sungai Penuh (Opla) Tahun 2026.
Sebagai bentuk komitmen pengawalan di lapangan, Wali Kota Sungai Penuh, Alfin, S.H., turun langsung meninjau progres pengerjaan fisik di Desa Debai, Kecamatan Kumun Debai, pada Kamis (20/08/2026).
Kunjungan kerja ini terasa istimewa karena orang nomor satu di Kota Sungai Penuh tersebut didampingi langsung oleh petinggi militer wilayah, yakni Komandan Korem (Danrem) 042/Garuda Putih Brigjen TNI Nyamin, S.I.P., M.M., serta Komandan Kodim (Dandim) 0417/Kerinci Letkol Inf. Eko Siswanto, S.Hub.Int., M.I.P.
Peninjauan ini difokuskan pada pengelolaan tata air di lahan rawa yang selama ini menjadi urat nadi aktivitas pertanian masyarakat setempat.
Pembangunan Irigasi Permanen Hadapi Kendala Cuaca
Dalam implementasi program Opla Tahun 2026 ini, jajaran Kodim 0417/Kerinci bersinergi kuat dengan Balai Pengelolaan Lahan dan Irigasi Pertanian (BPLIP) Kelas I Palembang. Fokus pengerjaan saat ini adalah pembangunan saluran irigasi permanen yang melintasi area persawahan di Desa Debai.
Infrastruktur irigasi ini memegang peranan sangat vital. Karakteristik lahan rawa yang rentan terhadap genangan air berlebih di musim hujan dan kekeringan di musim kemarau membutuhkan sistem pengelolaan sirkulasi air yang presisi agar siklus tanam padi tidak terganggu.
Berikut adalah beberapa elemen penting dalam kolaborasi lintas sektoral ini:
- Pemkot Sungai Penuh: Penyedia kebijakan, penyuluhan, dan pendampingan kelompok tani.
- Korem 042/Gapu & Kodim 0417/Kerinci: Eksekutor pengawalan fisik dan tenaga percepatan pembangunan infrastruktur.
- BPLIP Kelas I Palembang: Dukungan teknis, analisis tata ruang air, dan pendanaan infrastruktur irigasi.
Apresiasi Wako Alfin atas Dedikasi TNI
Di sela-sela peninjauannya, Wali Kota Alfin menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran TNI, khususnya Korem 042/Gapu dan Kodim 0417/Kerinci. Menurutnya, keterlibatan aktif militer dalam operasi selain perang ini sangat membantu pemerintah daerah dalam mengakselerasi pembangunan infrastruktur yang langsung menyentuh hajat hidup orang banyak.
Pengelolaan lahan rawa yang optimal diyakini mampu membuka ruang bagi peningkatan indeks pertanaman (IP) dari yang semula hanya satu kali setahun menjadi dua hingga tiga kali panen dalam setahun.
“Kami menyambut baik sinergi luar biasa antara pemerintah daerah dan TNI dalam mendukung sektor pertanian. Pembangunan irigasi ini diharapkan memberikan manfaat nyata bagi petani, menekan risiko gagal panen, serta memperkuat ketahanan pangan di Kota Sungai Penuh,” ujar Wako Alfin.
Targetkan Peningkatan Kesejahteraan Petani Kumun Debai
Program Optimalisasi Lahan Rawa Sungai Penuh ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan investasi jangka panjang untuk keberlanjutan roda ekonomi kerakyatan. Pemkot Sungai Penuh terus mendorong agar pasca-pembangunan irigasi permanen ini, masyarakat dapat mengelola lahan secara berkelanjutan dengan menerapkan metode pertanian modern.
Wali Kota Alfin berharap, dengan beroperasinya saluran irigasi yang memadai di wilayah Kumun Debai, tidak ada lagi lahan tidur atau lahan produktif yang terbengkalai akibat masalah tata air.
Melalui sinergi erat yang telah terbangun bersama TNI, Pemkot Sungai Penuh optimis target peningkatan produktivitas hasil panen dapat tercapai. Pada gilirannya, hal ini akan bermuara pada terpenuhinya ketersediaan pangan lokal secara mandiri sekaligus mendongkrak taraf kesejahteraan para petani di ujung barat Provinsi Jambi tersebut. (EkaZ)



