Tangerang Selatan (Infoaktual.co.id) — Polsek Serpong memperingati hari jadi ke-24 dengan kegiatan santunan anak yatim piatu. Kegiatan itu berlangsung di Mapolsek Serpong, Jalan Letnan Sutopo, Jumat, 11 September 2026. Acara dimulai sekitar pukul 16.00 WIB dan dihadiri sekitar 300 orang.
Sejumlah pejabat daerah, TNI, Polri, serta tokoh masyarakat menghadiri kegiatan tersebut. Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Pilar Saga Ichsan turut hadir dalam acara. Wakapolres Tangerang Selatan Komisaris Muchammad Tri Yandi Permana juga menghadiri kegiatan.

Kapolsek Serpong Komisaris Suhardono menjadi tuan rumah dalam peringatan tersebut. Hadir pula Wadanramil Serpong Kapten Arh Suryanto dan Camat Serpong Syaifuddin.
Jajaran pejabat utama Polres Tangerang Selatan turut mengikuti rangkaian kegiatan tersebut.
Bukan Sekadar Perayaan
Peringatan hari jadi itu tidak hanya dikemas sebagai seremoni institusi. Polsek Serpong memilih santunan sebagai bagian utama peringatan hari jadi. Pilihan tersebut menempatkan kepedulian sosial sebagai bagian dari pengabdian kepolisian.
Polisi tidak hanya dituntut menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Institusi tersebut juga memiliki tanggung jawab membangun kedekatan dengan masyarakat. Karena itu, kegiatan sosial menjadi ruang untuk memperkuat kepercayaan publik.
Kepercayaan tersebut menjadi modal penting dalam pelaksanaan tugas kepolisian. Apalagi, hubungan polisi dan masyarakat tidak boleh berhenti pada penegakan hukum.
Polisi juga dituntut hadir ketika masyarakat menghadapi persoalan sosial. Santunan anak yatim menjadi salah satu bentuk kehadiran tersebut.
Namun, kegiatan sosial tetap perlu ditempatkan sebagai pelengkap tugas utama kepolisian. Pengabdian kepolisian tidak cukup diukur melalui seremoni dan kegiatan sosial.
Ukuran utamanya tetap pelayanan, perlindungan, serta penegakan hukum yang berkeadilan.
Pesan Kapolsek Serpong
Kapolsek Serpong Komisaris Suhardono mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum berbagi. Ia menyebut kegiatan itu sekaligus menjadi bentuk rasa syukur jajaran kepolisian. “Kami bersyukur dapat memperingati Hari Jadi Polsek Serpong ke-24.” ujarnya.
“Peringatan ini kami isi dengan berbagi bersama anak-anak yatim piatu.” tambahnya.
Menurut Suhardono, kegiatan tersebut diharapkan menjadi bagian dari ibadah. Ia juga berharap hubungan polisi dengan masyarakat semakin kuat. “Kami berharap kegiatan ini menjadi bagian dari ibadah.” ujar Suhardono.
“Sekaligus mempererat hubungan Polri dengan masyarakat,” ujar Suhardono.
Ia menegaskan jajarannya akan terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. “Kami akan terus berupaya memberikan pelayanan dan pengabdian terbaik.” ujar Suhardono.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa peringatan hari jadi membawa pesan lebih luas. Polsek Serpong ingin memperkuat citra sebagai institusi yang dekat dengan masyarakat.
Rangkaian Acara
Kegiatan diawali dengan pembacaan basmalah dan ayat suci Al-Quran. Panitia kemudian melanjutkan acara dengan sambutan dari sejumlah pihak. Rangkaian berikutnya berupa pemberian santunan kepada anak yatim piatu.
Para tamu kemudian mengikuti doa bersama dalam suasana penuh kebersamaan. Acara berlanjut dengan ramah tamah antarundangan dan masyarakat.
Panitia juga menggelar pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur. Sekitar 300 peserta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan tersebut. Suasana kegiatan berlangsung tertib sejak acara dimulai hingga selesai.
Tantangan Pengabdian Polisi
Peringatan hari jadi menjadi momentum untuk mengevaluasi perjalanan institusi. Usia 24 tahun bukan sekadar angka dalam perjalanan organisasi kepolisian.
Angka tersebut membawa konsekuensi tanggung jawab yang semakin besar. Masyarakat membutuhkan polisi yang profesional dalam menjalankan kewenangan.
Masyarakat juga membutuhkan kepastian hukum ketika berhadapan dengan persoalan. Karena itu, kedekatan sosial harus berjalan bersama profesionalitas penegakan hukum.
Polisi harus memastikan setiap tindakan memiliki dasar hukum yang jelas. Prinsip proporsionalitas juga penting dalam menjalankan kewenangan kepolisian.
Tidak kalah penting, transparansi menjadi bagian dari akuntabilitas institusi. Kegiatan sosial dapat mempererat hubungan antara polisi dan masyarakat.
Namun, kepercayaan publik dibangun melalui konsistensi dalam pelayanan sehari-hari. Polsek Serpong kini memasuki fase pengabdian dengan tantangan yang terus berkembang.
Persoalan keamanan masyarakat semakin kompleks dan membutuhkan respons cepat. Perubahan sosial juga menuntut kepolisian beradaptasi tanpa mengabaikan prinsip hukum.
Memperkuat Hubungan dengan Masyarakat
Kegiatan santunan mempertemukan unsur pemerintah, TNI, Polri, dan masyarakat. Pertemuan tersebut memperlihatkan pentingnya kolaborasi dalam menjaga kehidupan sosial.
Polisi tidak dapat bekerja sendiri menghadapi berbagai persoalan masyarakat. Sinergi antarlembaga menjadi salah satu kunci menciptakan keamanan berkelanjutan.
Masyarakat juga memiliki posisi penting dalam menjaga lingkungan masing-masing. Karena itu, komunikasi antara aparat dan masyarakat harus terus dibangun.
Peringatan HUT ke-24 Polsek Serpong menjadi salah satu ruang komunikasi tersebut. Kegiatan kemudian ditutup dalam suasana aman dan kondusif.
Namun, pesan utama peringatan itu seharusnya tidak berhenti setelah acara. Hari jadi harus menjadi momentum memperkuat komitmen pelayanan kepada masyarakat.
Santunan hanyalah satu bentuk kepedulian dalam perjalanan pengabdian kepolisian. Tantangan berikutnya adalah membuktikan komitmen tersebut melalui tindakan nyata. Sebab, kepercayaan masyarakat tidak lahir dari seremoni semata. Kepercayaan tumbuh dari pelayanan yang adil, profesional, transparan, dan konsisten.



