Monumen Tsunami Korem 012/TU, Cinta Sang Jenderal pada “Anak Kandung” Sejarah

infoaktual aceh 4bb0b242 8110 48b1 875f a5591e4b1dfd
Foto : Monumen Tsunami, Bersejarah KOREM012/TU Lokasi : Alue Peunyareng Kec: Meurebo, Aceh barat.| Dok : infoaktual.co.id (Aceh)

ACEH BARAT – INFOAKTUAL.COM | Di tanah yang pernah diguncang dahsyatnya gelombang kehidupan dan kematian, kini berdiri tegak kembali sebuah saksi bisu yang semakin kokoh dan berwibawa.

Sebuah bentuk penghormatan tertinggi dan bukti cinta yang tak pernah pudar terhadap 108 jiwa pahlawan yang gugur dalam bencana Tsunami 2004.

Pangdam XV/Pattimura, Mayjen TNI Dody Triwinarto, S.I.P., M.Han, telah mengukir sejarah baru dengan merenovasi dan memulihkan kemegahan Monumen Tsunami Korem 012/Teuku Umar. Rabu, 22/4/26.

Langkah ini bukan sekadar perbaikan fisik, melainkan upaya menyulam kembali kenangan agar tak lekang oleh waktu.

IMG 20260422 182257Ada sentuhan emosi yang mendalam di balik renovasi ini. Siapa sangka, sosok yang kini memimpin besar sebagai Pangdam, memiliki ikatan batin yang begitu kuat dengan tempat ini.

Dahulu, tepat pada tahun 2007 saat monumen ini pertama kali diinisiasi oleh Danrem saat itu Kolonel Inf M. Nizam, dengan menunjuk Letkol Inf Pranito Dwinarwan (Kasiops) dan Kapten Inf Dody Triwinarto, yang saat itu menjabat sebagai Pasi Ops adalah orang yang turun tangan langsung memimpin pembangunannya bersama prajurit Bintara dan Tamtama.

Kini, setelah bertahun-tahun dan menapak karir hingga menjadi Jenderal, ia kembali hadir untuk memelihara “anak kandung” dan kenangan masa lalunya tersebut.

 

Komandan Korem 012/Teuku Umar, Kolonel Inf Windarto, S.Sos., M.M., menyampaikan penghormatan setinggi-tingginya. Baginya, inisiatif ini adalah bukti nyata bahwa darah biru kebanggaan satuan tak pernah hilang dari diri Mayjen TNI Dody Triwinarto.

IMG 20260422 182830” Ini adalah wujud nyata kecintaan yang mendalam terhadap satuan dan kepedulian terhadap warisan sejarah yang tak ternilai,” ujar Danrem dengan penuh haru.

Monumen ini didirikan untuk mengenang 108 prajurit Korem 012/TU yang menjadi korban dalam amukan tsunami dahsyat tahun 2004 silam. Mereka gugur bukan hanya sebagai korban bencana, tetapi sebagai pejuang kemanusiaan yang setia pada tugas hingga nafas terakhir.

” Monumen ini bukan sekadar tumpukan batu dan semen. Ia adalah denyut nadi sejarah. Ia adalah simbol abadi dari pengorbanan, keberanian, dan dedikasi tulus para prajurit yang telah mendahului kita,” tegas Danrem.

Dengan wajah yang berseri dan penuh rasa syukur, Danrem menambahkan, renovasi ini memberikan napas baru bagi monumen tersebut. Kini ia tampil lebih megah, lebih indah, dan semakin layak menjadi tempat bersimpuh rasa hormat.

“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Pangdam. Renovasi ini menjadikan monumen ini semakin bermakna, menjadi pelita yang terus menerangi, dan menjadi pengingat abadi bagi generasi sekarang maupun yang akan datang, tentang betapa besarnya cinta tanah air yang pernah ditorehkan di sini.”

Semoga semangat para pahlawan yang gugur senantiasa menjadi inspirasi, dan monumen ini terus berdiri gagah menyimpan cerita keabadian.

(Sumber HRM)
editor DS