Hasil Survei Pilkada Palembang 2024: Elektabilitas RDPS Unggul dengan 42,8%

infoaktual sumsel b03e4801 c333 4c3a 86be c3a48e035ccd

Palembang, Sumatera Selatan
InfoAktual.co.id

Pemerhati Kebijakan Publik dan Advokasi (PEKA) Sumsel bersama Institut Berdaya merilis hasil survei terbaru terkait popularitas dan elektabilitas pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Palembang, Senin (21/10/2024).

Survei ini menunjukkan peta politik Pilkada Palembang masih sangat dinamis menjelang hari pemilihan pada 27 November 2024.

Ketua PEKA Sumsel, Ki Edi Susilo, menjelaskan bahwa survei ini dilaksanakan secara independen dan orisinal.

“Kami menggunakan metode multi stage random sampling dengan wawancara tatap muka kepada 440 responden terpilih di 107 kelurahan dalam 18 kecamatan di Palembang,” ungkapnya.

Survei berlangsung dari 28 September hingga 18 Oktober 2024.

Survei bertujuan untuk memetakan tingkat popularitas, kesukaan, dan elektabilitas ketiga pasangan calon kepala daerah di Palembang.

“Hasil survei ini membantu melihat bagaimana masyarakat menilai setiap pasangan calon,” ujar Ki Edi.

Dari hasil survei, pasangan nomor urut 2, Ratu Dewa-Prima Salam (RDPS), unggul di berbagai indikator.

Pasangan ini mencatat elektabilitas tertinggi dengan 42,8%, mengungguli kompetitornya.

Pasangan nomor urut 1, Fitrianti Agustinda-Nandriani Octarina, memperoleh elektabilitas sebesar 32,5%, sedangkan pasangan nomor urut 3, Yudha Pratomo Mahyuddin-Baharuddin, mendapatkan 21,0%.

Sebanyak 2,7% responden memilih abstain atau belum memutuskan pilihan.

Gus Tyo dari Institut Berdaya memaparkan, “Dengan selisih lebih dari 10%, posisi RDPS cukup unggul. Namun, potensi perubahan masih bisa terjadi karena pemilih yang belum menetapkan pilihannya mencapai 27,9%.”

Dalam hal popularitas, pasangan RDPS juga memimpin dengan 91,8%, disusul oleh pasangan Fitri-Nandri dengan 88,1%, dan pasangan Yudha-Baharuddin dengan 61,2%.

Pada tingkat kedisukaan, pasangan RDPS juga unggul dengan 83,4%, diikuti oleh Fitri-Nandri (75,0%) dan Yudha-Baharuddin (46,5%).

Gus Tyo menambahkan, “Distribusi dukungan yang merata di berbagai segmen demografis, seperti gender, suku, dan profesi, berkontribusi pada tingginya elektabilitas RDPS.”

Namun, Ki Edi menegaskan bahwa hasil survei ini masih bisa berubah.

“Jika terjadi dinamika politik signifikan dalam sebulan ke depan, hasilnya bisa berbeda,” ujarnya.

Gus Tyo menyimpulkan bahwa peta politik Pilkada Palembang masih terbuka.

“Ada pemilih yang belum menentukan pilihan dan pemilih kategori soft supporter yang bisa berubah arah. Artinya, hingga 27 November 2024, situasi politik masih sangat dinamis,” tutupnya.

Pewarta: Tyo (Kontributor Palembang)