HUT Ke-81 RI, Lapas Kelas I Tangerang Dorong Pembinaan Warga Binaan Berbasis Karya

Tangerang (Infoaktual.co.id) — Semangat kebersamaan mewarnai peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Kegiatan berlangsung di Kampus Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan, Minggu (8/8).

Insan Imigrasi dan Pemasyarakatan mengikuti berbagai kegiatan sosial.
Rangkaian kegiatan meliputi fun walk dan donor darah. Peserta juga menggelar bakti sosial dan aksi bersih lingkungan. Kegiatan tersebut menyasar Taman Makam Pahlawan Taruna Tangerang.

Panitia juga menghadirkan hiburan dan pelaku UMKM lokal. Langkah tersebut membuka ruang promosi bagi usaha masyarakat sekitar. Momentum kemerdekaan pun tidak berhenti pada kegiatan seremonial.

Lapas Kelas I Tangerang turut mengambil bagian dalam kegiatan tersebut. Lapas membawa semangat pembinaan warga binaan melalui karya nyata. Salah satunya melalui penampilan Lapasta Band di hadapan peserta.

Lapasta Band menghadirkan hiburan dalam rangkaian kegiatan kemerdekaan tersebut. Penampilan itu sekaligus menunjukkan potensi warga binaan selama menjalani pembinaan.

Lapas juga membagikan hasil karya warga binaan sebagai door prize. Produk tersebut berasal dari sejumlah lembaga Pemasyarakatan. Beberapa ekor kambing bahkan menjadi hadiah utama kegiatan.

Kambing tersebut berasal dari program peternakan warga binaan. Program itu menjadi bagian pembinaan kemandirian di lingkungan pemasyarakatan.

Kegiatan tersebut memperlihatkan sisi lain sistem Pemasyarakatan. Pembinaan tidak semestinya berhenti pada pelatihan keterampilan semata. Hasil pembinaan perlu memiliki nilai ekonomi dan manfaat sosial.

Hal itu sejalan dengan tujuan pemasyarakatan dalam membentuk kemandirian warga binaan. Warga binaan harus memperoleh kesempatan memperbaiki diri secara berkelanjutan.
Mereka juga perlu mendapat ruang untuk mengembangkan kemampuan.

Kepala Lapas Kelas I Tangerang Beni Hidayat menegaskan pentingnya kesempatan. Menurut dia, kemerdekaan harus memberikan ruang bagi warga binaan. “Kemerdekaan adalah tentang membuka kesempatan bagi warga binaan,” ujar Beni.

Ia mengatakan warga binaan harus mendapat kesempatan belajar dan berkarya. Hasil pembinaan juga harus mampu memberikan manfaat bagi masyarakat. “Hasil pembinaan dapat melahirkan harapan sekaligus manfaat bagi orang lain,” katanya.

Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya pembinaan berbasis hasil.
Program pemasyarakatan perlu diukur melalui dampak dan keberlanjutan. Kritik terhadap pembinaan pemasyarakatan tidak boleh berhenti pada fasilitas.

Keberhasilan pembinaan harus terlihat setelah warga binaan kembali bermasyarakat. Karena itu, keterampilan perlu disertai pembentukan karakter dan kemandirian. Warga binaan membutuhkan bekal untuk menghadapi kehidupan setelah bebas.

Kepala Bagian Tata Usaha Lapas Kelas I Tangerang Rahardjo Sudharmono turut memberikan pandangan. Menurut dia, kegiatan tersebut menggabungkan kebersamaan dan pemberdayaan masyarakat. “Peringatan kemerdekaan lebih berarti ketika manfaatnya dirasakan banyak pihak,” ujar Rahardjo.

Ia menyebut UMKM memperoleh ruang untuk memperkenalkan produknya.
Kegiatan sosial juga memberikan manfaat kepada masyarakat. Sementara itu, karya warga binaan mendapat apresiasi melalui pembagian doorprize.

Menurut Rahardjo, seluruh unsur tersebut menunjukkan pentingnya kolaborasi. “Kontribusi bisa datang dari berbagai sisi dan dilakukan bersama-sama,” tuturnya.»

Lapasta Band juga mendapat kesempatan tampil dalam kegiatan tersebut.
Salah seorang personelnya menilai kesempatan tampil memiliki arti penting.

Ia menyebut musik menjadi bagian dari proses pembinaan dirinya. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang untuk mengasah kemampuan. “Kami ingin membuktikan bahwa kami tidak berhenti belajar,” ungkapnya.

Ia berharap kemampuan tersebut dapat menjadi bekal setelah kembali bermasyarakat. Menurut dia, musik menjadi salah satu cara untuk terus berkarya.

Kegiatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI membawa pesan lebih luas. Kemerdekaan tidak hanya dimaknai melalui upacara dan perayaan.

Semangat kemerdekaan juga dapat diwujudkan melalui pemberdayaan masyarakat. Pembinaan warga binaan juga menjadi bagian penting dari proses tersebut.

Dukungan terhadap UMKM memperlihatkan dimensi ekonomi dalam kegiatan kemerdekaan. Sementara karya warga binaan menunjukkan dimensi sosial pemasyarakatan.

Namun, keberlanjutan program tetap menjadi tantangan bagi institusi Pemasyarakatan. Pembinaan harus memiliki indikator keberhasilan yang terukur dan transparan.

Program juga perlu memastikan keterampilan warga binaan tetap relevan.
Keterampilan tersebut harus memiliki peluang ekonomi setelah mereka bebas.

Dengan demikian, pembinaan tidak berhenti sebagai kegiatan administratif.
Pembinaan harus menjadi instrumen reintegrasi sosial yang efektif.

Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI menjadi momentum evaluasi bersama.
Lapas dapat menunjukkan bahwa warga binaan memiliki potensi produktif.

Potensi tersebut membutuhkan pendampingan, kesempatan, serta akses pasar berkelanjutan. Dengan pendekatan itu, pembinaan dapat memberikan manfaat lebih luas.

Semangat kemerdekaan akhirnya menemukan makna melalui tindakan nyata. Kebersamaan, kepedulian sosial, dan pemberdayaan menjadi satu kesatuan.

Lapas Kelas I Tangerang berupaya menghadirkan pesan tersebut melalui karya. Karya warga binaan menjadi bukti bahwa kesempatan dapat melahirkan perubahan.