
Pasaman, Info aktual. co. id
— Sejumlah titik pada ruas jalan nasional Bukittinggi–Pasaman hingga perbatasan dilaporkan masih mengalami kerusakan dan belum dikerjakan.
Korekan (Patching) Dibiarkan terlalu lama, pengguna jalan terancam kondisi semakin memprihatinkan ketika sejumlah titik jalan yang telah dikorek atau dikupas untuk pekerjaan patching (penambalan) dibiarkan terlalu lama tanpa penyelesaian.
Permukaan jalan terbuka dan tidak segera ditutup kembali berpotensi membahayakan pengguna jalan nasional, terutama pengendara sepeda motor.
Kondisi ini menjadi sorotan tajam karena jalur tersebut merupakan akses vital dengan volume pengguna jalan yang tinggi setiap hari. Rabu (28/10/2026)
Ketua PJID Pasaman, Ewin, menyoroti kondisi tersebut dan meminta pihak terkait segera memberikan perhatian serius. Kerusakan jalan dibiarkan tanpa penanganan berpotensi membahayakan keselamatan pengendara, terutama sepeda motor dan kendaraan angkutan melintasi jalur tersebut.
“Sejumlah titik jalan terlihat masih rusak dan belum dikerjakan, padahal ini merupakan jalan nasional banyak digunakan masyarakat. Kondisi seperti ini perlu segera mendapat perhatian agar tidak membahayakan pengguna jalan,” demikian pokok sorotan terhadap kondisi ruas tersebut.
Anggaran Puluhan Miliar, Penanganan Jalan Jadi Sorotan
Paket Preservasi Jalan dan Jembatan Batas Kota Bukittinggi–Batas Sumatera Utara Tahun Anggaran 2026 diketahui memiliki nilai kontrak yang diberitakan sebesar Rp23.663.500.000 dari APBN, dengan pelaksana PT Aura Mandiri Sejahtera (AMS)
Besarnya nilai kontrak tersebut membuat masyarakat berharap penanganan kerusakan jalan berjalan efektif, terukur, dan sesuai dengan rencana pekerjaan.
Ewin Ketua PJID, menilai kondisi di lapangan perlu menjadi perhatian Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat dan kontraktor pelaksana.
Titik-titik jalan belum ditangani perlu diperiksa, terutama apabila kondisinya berisiko terhadap keselamatan lalu lintas.
BPJN Sumbar Diminta Segera Turun ke Lapangan
Jalan nasional merupakan jalur penting bagi mobilitas masyarakat, distribusi barang, serta aktivitas ekonomi antardaerah. Karena itu, kerusakan pada ruas Bukittinggi–Pasaman tidak boleh dipandang sebagai persoalan biasa.
BPJN Sumatera Barat dan pihak pelaksana diharapkan segera mengevaluasi kondisi lapangan, mempercepat penanganan titik-titik rusak, serta memasang rambu peringatan atau pengamanan sementara apabila perbaikan belum dapat dilakukan secepatnya.
Masyarakat juga berhak memperoleh informasi mengenai progres pekerjaan, titik penanganan, dan target penyelesaian proyek tersebut.
Keselamatan pengguna jalan harus menjadi prioritas. Jangan sampai kerusakan yang belum tertangani menimbulkan kecelakaan sebelum ada tindakan nyata dari pihak terkait, ungkap Ewin Ketua PJID Pasaman
Imbauan bagi Pengguna Jalan
Ketua PJID Pasaman, Ewin, mengimbau seluruh pengguna jalan yang melintasi ruas nasional Bukittinggi–Pasaman hingga perbatasan Sumatera Utara agar meningkatkan kewaspadaan, terutama saat melewati titik-titik jalan yang rusak dan belum ditangani.
Pengendara diminta mengurangi kecepatan, menjaga jarak aman, serta memperhatikan kondisi jalan, khususnya pada malam hari dan saat hujan karena lubang jalan tertutup genangan air.
“Utamakan keselamatan, kurangi kecepatan, dan tetap berhati-hati. Jangan sampai kelalaian saat melintasi jalan rusak berujung kecelakaan,” demikian imbauan bagi pengguna jalan.
Sampai berita ini ditayangkan, pihak pelaksana atau perusahan terkait di hubungi melalui WhatsApp belum memberikan jawaban.
Tim


