ACEH BARAT – INFOAKTUAL.CO.ID | Kondisi pendidikan di SD Negeri Alue Lhok, Desa Jambak Kecamatan Pante Ceureumen, Aceh Barat, sangat memprihatinkan.sabtu, 9/5/26.
Para siswa terpaksa menjalani proses belajar mengajar di ruangan seadanya setelah akses menuju sekolah tidak dapat dilalui akibat rusaknya Jembatan Canggai yang menjadi penghubung utama ke lokasi sekolah.
Anak-anak yang seharusnya menikmati ruang belajar yang aman dan nyaman kini harus duduk berhimpitan di ruangan pengap, berlantai becek, serta dipenuhi aroma tidak sedap dari lingkungan sekitar.
Kondisi tersebut menimbulkan keprihatinan mendalam dari masyarakat maupun kalangan pendidikan di Aceh Barat.
Kepala SDN Alue Lhok, Amir, S.Pd., mengungkapkan bahwa pihak sekolah saat ini berada dalam kondisi serba terbatas akibat rusaknya Jembatan Canggai yang menjadi akses utama menuju sekolah.
Kerusakan jembatan tersebut menyebabkan aktivitas belajar mengajar di gedung sekolah tidak dapat berjalan sebagaimana mestinya.
” Kami terpaksa meminjam dan memindahkan sementara proses belajar mengajar ke ruangan Puskesmas Pembantu (Pustu) Canggai agar anak-anak tetap bisa belajar. Meski kondisinya sangat terbatas, kami tetap berusaha agar pendidikan mereka tidak terhenti,” ujar Amir.
Ia mengaku prihatin melihat para siswa harus belajar dalam ruangan sempit, pengap, dan kurang nyaman.
Namun demikian, para guru tetap berupaya memberikan semangat kepada anak-anak agar tetap giat belajar di tengah berbagai keterbatasan yang dihadapi.
Menurut Kepsek, kondisi tersebut sudah berlangsung cukup lama dan sangat mempengaruhi kenyamanan serta efektivitas proses belajar mengajar. Karena itu, pihak sekolah sangat berharap adanya perhatian serius dari pemerintah daerah maupun Pemerintah Provinsi Aceh.
” Kami sangat berharap pemerintah segera membantu memperbaiki Jembatan Canggai dan memperhatikan fasilitas pendidikan di sekolah kami. Anak-anak di daerah terpencil juga berhak mendapatkan ruang belajar yang aman dan layak seperti sekolah lainnya,” harapnya.
Sementara Itu, Ketua PGRI Aceh Barat, Zainal Abidin, S.Pd., M.Si., menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap kondisi yang dialami para siswa SDN Alue Lhok, Desa Canggai, Kecamatan Pante Ceureumen, yang saat ini harus belajar dalam keterbatasan akibat rusaknya akses jembatan dan minimnya fasilitas belajar.
Menurutnya, kondisi tersebut tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena pendidikan merupakan hak dasar setiap anak bangsa yang wajib dipenuhi oleh negara.
Ia menilai para siswa di daerah pedalaman juga memiliki hak yang sama untuk memperoleh fasilitas pendidikan yang aman, nyaman, dan layak seperti sekolah-sekolah lainnya.
” Kami dari PGRI Aceh Barat sangat prihatin melihat kondisi anak-anak yang harus belajar di ruangan darurat dengan fasilitas yang sangat terbatas. Mereka adalah generasi penerus daerah yang seharusnya mendapatkan perhatian serius dari pemerintah,” ujar Zainal Abidin.
Ketua PGRI itu juga berharap Pemerintah Provinsi Aceh maupun Pemerintah Daerah, segera mengambil langkah cepat dan konkret, khususnya dalam memperbaiki Jembatan Canggai yang rusak parah serta membangun fasilitas pendidikan yang lebih memadai bagi siswa SDN Alue Lhok.
” Kami berharap pemerintah tidak menunggu lebih lama lagi. Perbaikan akses jembatan dan sarana pendidikan harus menjadi prioritas demi keselamatan, kenyamanan, dan keberlangsungan pendidikan anak-anak di wilayah terpencil,” tambahnya.
Selain itu, Ketua PGRI Aceh Barat juga mengajak seluruh pihak, baik pemerintah, dunia usaha, maupun masyarakat, untuk bersama-sama peduli terhadap dunia pendidikan di daerah terpencil agar tidak ada lagi anak-anak yang harus belajar dalam kondisi memprihatinkan.
Kondisi SDN Alue Lhok menjadi gambaran masih adanya daerah di Aceh Barat yang membutuhkan perhatian lebih dalam sektor pendidikan dan infrastruktur.
Disisi lain, Warga bersama tokoh masyarakat setempat juga berharap pemerintah tidak menutup mata terhadap kesulitan yang dialami para Pelajar siswa -siswi sekolah Dasar tersebut, demi mendapatkan hak pendidikan yang layak.
(Dedy Surya)



