Pasaman Barat, InfoAktual.co.id – Bupati Pasaman Barat (Pasbar) Yulianto bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menanam sebanyak 387 bibit pohon buah di kawasan Hutan Kota Padang Tujuh, Kamis (29/10/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat untuk merevitalisasi kawasan hutan kota agar kembali berfungsi optimal sebagai paru-paru daerah, ruang terbuka hijau, sekaligus destinasi edukasi dan rekreasi bagi masyarakat.
Penanaman pohon itu turut dihadiri Sekretaris Daerah Pasaman Barat Doddy San Ismail, Ketua TP-PKK Pasbar Ny. Sifrowati Yulianto, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Ny. Erisa Doddy San Ismail, Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto, Kepala Kejaksaan Negeri Tjut Zelvira Nofani, unsur Forkopimda, perwakilan instansi vertikal, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya.
Bupati Yulianto mengatakan, kawasan Hutan Kota dan taman satwa yang dibangun pada 2017 merupakan aset strategis daerah yang memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan sekaligus menyediakan ruang rekreasi dan edukasi bagi masyarakat.
Namun, dalam beberapa tahun terakhir, pengembangan kawasan tersebut belum berjalan maksimal akibat keterbatasan sumber daya, pengelolaan, dan kapasitas operasional.
Menurutnya, kondisi tersebut perlu segera dibenahi agar keberadaan hutan kota benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan.
“Sebagai pemerintah daerah, kita tidak boleh membiarkan kondisi ini berlarut-larut. Kita tidak boleh membiarkan aset strategis daerah yang berfungsi sebagai penyeimbang ekosistem terbengkalai tanpa memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tegas Yulianto.
Ia menjelaskan, penanaman berbagai jenis pohon buah tidak hanya bertujuan memperkuat fungsi ekologis kawasan, tetapi juga menghadirkan nilai tambah dari sisi edukasi, rekreasi, ekonomi, dan ketahanan pangan.
Keberadaan tanaman buah diharapkan dapat meningkatkan daya tarik Hutan Kota Padang Tujuh sehingga semakin banyak masyarakat yang berkunjung dan memanfaatkannya sebagai ruang publik yang produktif.
Untuk memastikan keberhasilan program tersebut, Yulianto meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bersama perangkat daerah terkait melakukan perawatan dan pemeliharaan bibit secara berkala.
Ia menekankan, keberhasilan revitalisasi tidak cukup hanya dengan melakukan penanaman, tetapi juga harus disertai pemeliharaan berkelanjutan agar seluruh tanaman dapat tumbuh dengan baik dan memberikan manfaat dalam jangka panjang.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Pasaman Barat, Natran, menyampaikan bahwa hutan kota memiliki peran strategis dalam menjaga keseimbangan ekosistem, khususnya di tengah perkembangan kawasan perkotaan.
Meski demikian, pengelolaan Hutan Kota Padang Tujuh masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari kondisi vegetasi hingga rendahnya minat masyarakat untuk berkunjung.
Menurut Natran, revitalisasi menjadi langkah penting untuk mengatasi persoalan tersebut sekaligus mengoptimalkan kembali potensi kawasan hutan kota.
“Untuk mengubah tantangan tersebut menjadi peluang, revitalisasi menjadi langkah yang harus segera dilakukan. Revitalisasi ini dirancang untuk menata kembali lanskap dan zonasi pemanfaatan kawasan hutan kota agar fungsi ekologis dan sosialnya dapat berjalan berdampingan,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 387 bibit pohon buah dari berbagai jenis ditanam. Jenis tanaman yang disiapkan meliputi enam jenis durian, jambu kristal, jambu air, duku, tiga jenis lengkeng, tiga jenis rambutan, tiga jenis alpukat, tujuh jenis mangga, manggis, matoa, tiga jenis nangka, sirsak, petai, dan jengkol.
Melalui program revitalisasi ini, Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat berharap Hutan Kota Padang Tujuh dapat berkembang menjadi kawasan hijau yang lebih tertata, memiliki nilai ekologis yang kuat, serta menjadi ruang edukasi dan rekreasi yang bermanfaat bagi masyarakat.
(Sandra)

