LAHAT – Roda regenerasi kepemimpinan di tubuh salah satu organisasi Islam terbesar di Bumi Seganti Setungguan kembali berputar. Sebanyak 159 pengurus tingkat cabang telah resmi dikukuhkan dalam agenda pelantikan 18 Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah Lahat (PCPM) untuk masa bakti 2025–2029.
Kegiatan seremonial yang dirangkai dengan agenda sarasehan kepemudaan ini berlangsung khidmat di Hotel Bukit Serelo, Kabupaten Lahat, pada Senin (3/8/2026).
Acara ini mendapat perhatian penuh dari unsur pemerintahan daerah. Hal ini dibuktikan dengan kehadiran langsung Wakil Bupati Lahat, Widia Ningsih, S.H., M.H., beserta jajaran Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM), unsur Forkopimda, Dandim, Kapolres, hingga tokoh masyarakat setempat.
Sejumlah tokoh penting dan purna tugas juga tampak hadir, termasuk Anggota DPRD Lahat Fraksi PAN M. Alldo, serta mantan Ketua Pemuda Muhammadiyah Lahat, Andra Juansyah dan Emil Asy’ari, yang kini mengemban amanah sebagai Komisioner Bawaslu dan KPU Kabupaten Lahat.
Tuntutan Menjadi Kader Militan
Dalam momen bersejarah tersebut, Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Lahat periode 2025–2029, Nope Priasadi, S.A.P., menaruh ekspektasi besar kepada seluruh barisan PCPM yang baru saja mengucap janji pimpinan.
Ia menginstruksikan agar kepengurusan di tingkat cabang mampu bertransformasi menjadi organisasi yang kreatif, dinamis, responsif, sekaligus adaptif di tengah pergerakan zaman yang serba cepat.
“Pemuda Muhammadiyah harus terus bergerak, berkarya nyata, dan memberikan impact positif bagi masyarakat melalui inovasi program. Jadilah kader yang militan dalam pengabdian, bukan sekadar kader karbitan,” tegas Nope di hadapan para peserta.
Menyambut instruksi tersebut, Iwan Iggalagsi selaku perwakilan PCPM yang dilantik menegaskan kesiapan pihaknya. Barisan pemuda berkomitmen penuh untuk bersinergi dan berkolaborasi erat dengan Pemerintah Kabupaten Lahat, terutama dalam menyukseskan program-program pembinaan generasi muda.
Mencegah Kenakalan Remaja Lewat Sinergi
Selain prosesi pelantikan ke-18 cabang yang mencakup wilayah seperti Padang Bindu, Kota Agung, Pulau Pinang, hingga Tanjung Sakti PUMI, kegiatan dilanjutkan dengan sarasehan bertajuk “Sinergi Pemerintah Kabupaten Lahat dan Pemuda Muhammadiyah dalam Mencegah Kenakalan Remaja dan Perilaku Menyimpang.”
Merespons tema sarasehan tersebut, Wakil Bupati Lahat Widia Ningsih memberikan apresiasi mendalam. Sebagai sosok yang juga merupakan alumnus Universitas Muhammadiyah Palembang, Widia mengaku bangga menjadi bagian dari keluarga besar persyarikatan.
Ia berharap kepengurusan yang baru ini dapat menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam mencetak generasi penerus yang berakhlak mulia dan Islami. Meskipun pemerintah sangat menghargai keberagaman, Widia dengan tegas menolak segala bentuk perilaku menyimpang yang menabrak norma agama dan budaya.
“Pemuda adalah agent of change. Karena itu, Pemuda Muhammadiyah Lahat harus mengambil peran di garda terdepan sebagai agen perubahan di tengah derasnya arus informasi. Jangan pernah lelah mengamalkan nilai-nilai luhur yang diwariskan para pendiri bangsa dan persyarikatan Muhammadiyah,” pesannya.
Sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi dan dukungan nyatanya terhadap pengembangan kepemudaan di daerah, Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Lahat menutup acara dengan menganugerahkan penghargaan spesial bertajuk “Pemuda Award” kepada Wakil Bupati Widia Ningsih. (PDPM Lahat / Editor: Erwin)

