Geger! Pria di Pasbar Diduga Habisi Ibu Kandung dan Nenek dengan Kayu, Polisi Bergerak Cepat Tangkap Pelaku

IMG 20260811 WA0004

PASAMAN BARAT, InfoAktual.co.id – Warga Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, digegerkan dengan kasus tragis yang menewaskan dua perempuan lanjut usia. Seorang pria berinisial H (34) diamankan polisi setelah diduga menganiaya ibu kandung dan neneknya hingga meninggal dunia.

Pelaku diringkus Tim Opsnal Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pasaman Barat di Jorong Situak Timur, Nagari Situak, Kecamatan Lembah Melintang, Selasa (11/8/2026) sekitar pukul 10.00 WIB.

Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto, S.Ik., M.H. melalui Kasat Reskrim Iptu A. Agung Ngurah Santa Subrata, S.Tr.K., membenarkan penangkapan tersebut.

“Pelaku H diduga melakukan penganiayaan terhadap dua orang perempuan lanjut usia yang merupakan ibu kandung dan neneknya hingga menyebabkan keduanya meninggal dunia,” ujar Kasat Reskrim.

Kedua korban diketahui bernama Hapni (65), yang merupakan ibu kandung pelaku, dan Rohma (90), nenek pelaku.

Peristiwa memilukan itu terjadi di rumah korban di Jorong Sungai Tanang, Nagari Kasik Putih, Kecamatan Sungai Aur, Kabupaten Pasaman Barat, Senin (10/8/2026) sekitar pukul 19.00 WIB.

Berawal dari Pengakuan Pelaku Bermimpi

Menurut keterangan sementara yang diperoleh polisi, sebelum kejadian pelaku sedang berada di rumahnya yang berjarak sekitar 100 meter dari rumah kedua korban.

Pelaku mengaku bermimpi didatangi seorang lelaki yang menyuruhnya melakukan penganiayaan terhadap kedua korban. Pelaku juga mengaku merasa akan dianiaya apabila tidak mengikuti perintah tersebut.

Sekitar pukul 18.45 WIB, pelaku kemudian berjalan menuju rumah korban.

Setibanya di rumah, pelaku melihat kedua korban baru selesai melaksanakan salat Magrib. Pelaku kemudian masuk ke dalam rumah dan menuju dapur.

Di dapur, pelaku mengambil sebatang kayu yang berada di atas tungku.

“Pelaku kemudian mendatangi kedua korban dan memukul bagian kepala korban Hapni dari belakang sebanyak tiga kali menggunakan kayu,” jelas Kasat Reskrim.

Melihat ibunya dipukul, korban Rohma yang merupakan nenek pelaku kemudian memeluk Hapni.

Namun, aksi tersebut tidak menghentikan pelaku. Rohma juga diduga dipukul pada bagian kepala sebanyak tiga kali menggunakan kayu yang sama.

Setelah kedua korban terjatuh dan tidak berdaya, pelaku kemudian meninggalkan rumah dan berjalan menuju rumah kerabatnya di wilayah Jorong Situak.

Ditemukan Meninggal Dunia oleh Anak Korban

Kedua korban baru ditemukan pada Selasa pagi sekitar pukul 06.00 WIB oleh salah seorang anak korban.

Saat ditemukan, keduanya sudah dalam kondisi meninggal dunia. Kejadian tersebut kemudian dilaporkan kepada pihak Kepolisian.

Mendapat laporan, Tim Opsnal Satreskrim Polres Pasaman Barat di bawah pimpinan Ipda Algino Ganaro langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan penyelidikan.

Dari hasil penyelidikan, polisi memperoleh informasi yang mengarah kepada H, yang diketahui merupakan anak sekaligus cucu dari kedua korban.

Polisi kemudian melakukan pengejaran terhadap H yang diinformasikan berada di rumah kerabatnya di Jorong Situak Timur, Nagari Situak, Kecamatan Lembah Melintang.

Tiga Jam Setelah Laporan, Pelaku Berhasil Ditangkap

Gerak cepat polisi membuahkan hasil. H berhasil diamankan tanpa perlawanan sekitar pukul 10.00 WIB, atau kurang lebih tiga jam setelah polisi menerima laporan.

“Pelaku berhasil diamankan tanpa perlawanan. Di hadapan petugas, pelaku mengakui telah melakukan pemukulan terhadap ibu kandung dan neneknya,” ungkap Iptu Agung.

Dalam penangkapan tersebut, polisi turut mengamankan barang bukti berupa sebatang kayu yang diduga digunakan untuk melakukan penganiayaan.

Sementara itu, kedua jenazah korban dibawa ke RSUD Pasaman Barat untuk menjalani pemeriksaan visum guna kepentingan penyidikan.

Hingga kini, penyidik Satreskrim Polres Pasaman Barat masih mendalami kasus tersebut, termasuk motif dan kondisi pelaku saat melakukan perbuatan yang mengakibatkan dua anggota keluarganya meninggal dunia.

“Pelaku beserta barang bukti saat ini telah diamankan di Mapolres Pasaman Barat untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut,” pungkas Kasat Reskrim.

Polisi masih melakukan pendalaman untuk mengungkap secara utuh latar belakang serta motif di balik kasus tragis yang menggemparkan warga Pasaman Barat tersebut.(Sandra)