Tim Pengabdian Fakultas Peternakan Unand Dorong Inovasi Peningkatan Kualitas Ayam Kokok Balenggek di Legum Farm dan Topi Jerami Farm

IMG 20260811 WA0011

Lembah gumanti, Kabupaten Solok – Tim Pengabdian kepada Masyarakat dari Departemen Teknologi Produksi Ternak, Fakultas Peternakan Universitas Andalas (Unand) yang diketuai Prof. Dr. Firda Arlina melaksanakan kegiatan pengabdian di Legum Farm dan Topi Jerami Farm, Kecamatan Lembah Gumanti, Kabupaten Solok. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan produktivitas unggas lokal Sumatera Barat khususnya AKB melalui penerapan inovasi teknologi peternakan.

 

Dalam kunjungan lapangan, tim dosen meninjau langsung sistem pemeliharaan Ayam Kokok Balenggek (AKB), berdiskusi dengan peternak mengenai manajemen pemeliharaan, pakan, kesehatan ternak, hingga strategi peningkatan mutu genetik unggas lokal.

 

Kegiatan tersebut juga dihadiri Ketua Asosiasi Peternak Ayam Kokok Balenggek Indonesia (APAKBI) Sumatera Barat, Dr. Sastra Munafri, yang menyampaikan harapan agar pengembangan AKB ke depan tidak hanya berorientasi pada peningkatan populasi, tetapi juga peningkatan kualitas suara kokok.

 

Menurut Dr. Sastra Munafri, kualitas AKB ideal adalah ayam yang memiliki frekuensi kokok banyak, ritme lenggek yang jelas, serta warna nada kokok yang merdu dan nyaman didengar, disamping warna pembukuan yg indah enak dipandang mata.

 

> “Peningkatan kualitas Ayam Kokok Balenggek harus dimulai dari sistem pembibitan yang baik. Pejantan unggul dengan karakter suara terbaik harus dipadukan dengan induk betina yang telah melalui proses seleksi sehingga dihasilkan keturunan AKB yang semakin berkualitas,” ujarnya.

IMG 20260811 WA0013

Menanggapi hal tersebut, Dr. Kusnadidi Subekti menjelaskan bahwa peningkatan mutu genetik tersebut sangat memungkinkan dilakukan melalui penerapan Inseminasi Buatan (IB) atau kawin suntik.

 

> “Dengan teknologi inseminasi buatan, materi genetik pejantan unggul dapat dimanfaatkan secara lebih luas sehingga peluang menghasilkan anakan Ayam Kokok Balenggek dengan kualitas suara yang baik menjadi semakin besar,” jelasnya.

 

Ini juga dapat menjawab keluhan peternak dimna rendahnya anakan jantan dalam 1 kali hanya 60℅, malahan kurang

 

Sementara itu, Dr. Rusdimansyah menambahkan bahwa selain faktor genetik, lingkungan pemeliharaan juga memiliki peran penting dalam membentuk karakter suara ayam.

 

Ia mengusulkan pengembangan konsep ruang kedap suara (sound-proof room) khusus untuk anakan Ayam Kokok Balenggek. Di dalam ruangan tersebut, anak ayam diperdengarkan rekaman suara kokok pejantan unggul selama 24 jam. Menurutnya, konsep tersebut mengacu pada penelitian

 

> “Pada burung telah dikenal proses song learning, yaitu kemampuan individu muda mempelajari pola suara dari suara yang didengarnya. Konsep serupa menarik untuk dikaji pada Ayam Kokok Balenggek. Jika sejak dini anak ayam diperdengarkan kokok pejantan unggul secara terus-menerus, ada kemungkinan terjadi proses peniruan pola kokok sehingga dapat mendukung pembentukan karakter suara yang lebih baik,” jelas Dr. Rusdimansyah.

 

Prof. Dr. Firda Arlina menyambut baik berbagai gagasan tersebut dan menilai bahwa kolaborasi antara akademisi dan peternak menjadi langkah strategis dalam menghasilkan inovasi berbasis riset.

 

> “Ayam Kokok Balenggek merupakan plasma nutfah khas Sumatera Barat yang memiliki nilai ilmiah, ekonomi, dan budaya. Karena itu, pengembangannya perlu didukung melalui penelitian yang terintegrasi, mulai dari seleksi genetik, teknologi reproduksi, hingga kajian perilaku dan pembelajaran suara,” ungkap Prof. Firda.

IMG 20260811 WA0012

Kegiatan pengabdian diakhiri dengan diskusi interaktif, penyerahan piagam penghargaan kepada Kardi Syukri selaku pemilik Legum Farm sebagai mitra pengabdian, serta komitmen bersama untuk menjadikan Legum Farm sebagai salah satu lokasi pengembangan inovasi teknologi Ayam Kokok Balenggek di Sumatera Barat. Dari pantauan beberapa dosen dimna tempat pembibitan dan pemeliharaan anakan belum representatif, untuk itu perlu bantuan agar komitmen menjadikan legum farm sebagai Mitra pengabdian Unand dimasa yang akan datang