Ratusan Massa Peduli Lingkungan Unjuk Rasa di Kantor PT Bukit Asam Jakarta

infoaktual sumsel e51e9b3a 1b9d 414a a137 d4b8f6bd37e7

Jakarta, InfoAktual.co.id – Ratusan massa Peduli Lingkungan menggelar unjuk rasa damai di depan kantor PT Bukit Asam (PTBA), Jakarta, Selasa (9/9/2025).

Aksi ini menyoroti dugaan pencemaran lingkungan, perampasan lahan, dan aktivitas penambangan ilegal yang dinilai merugikan masyarakat.

Massa yang berjumlah lebih dari 100 orang datang dengan spanduk, pamflet, serta mobil komando. Mereka menyuarakan protes melalui orasi lantang, menuntut perusahaan pelat merah tersebut segera bertanggung jawab.

“Kami menuntut PT Bukit Asam bertanggung jawab atas pencemaran limbah ke kawasan warga. Kerusakan lingkungan ini sudah berlangsung bertahun-tahun tanpa solusi,” tegas Dodo Arman, koordinator aksi.

Dalam unjuk rasa itu, massa menyampaikan lima tuntutan utama:

  1. PT Bukit Asam diminta bertanggung jawab atas pencemaran limbah di lahan masyarakat.
  2. Direktur Utama dan Komisaris PTBA diminta mundur karena gagal menjalankan tanggung jawab.
  3. Membersihkan lahan warga yang tercemar limbah batubara.
  4. Membersihkan sungai terdampak, termasuk Sungai Air Lawai, Pungkilan, dan Bengkuang.
  5. Mencabut Izin Usaha Pertambangan (IUP) PTBA karena diduga melanggar banyak aturan.

Cabut IUP PT BA dan jadikan PTBA Tambang Rakyat

Selain itu, massa menilai PT Bukit Asam melakukan aktivitas penambangan di luar izin resmi. Hal tersebut diduga melanggar Pasal 158 UU No. 3 Tahun 2020 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara, dengan ancaman pidana 5 tahun penjara dan denda Rp100 miliar.

Dodo menegaskan, unjuk rasa ini merupakan puncak kekecewaan masyarakat terhadap PTBA. Jika tuntutan tidak ditindaklanjuti, pihaknya siap melaporkan dugaan penambangan ilegal ke KPK, Mabes Polri, dan Kejaksaan Agung.

“Aksi ini tidak akan berhenti sampai pemerintah dan penegak hukum turun tangan,” ujarnya.

Perwakilan PTBA, Jen, yang menemui massa menyatakan akan menyampaikan aspirasi warga kepada pimpinan perusahaan.

“Semua tuntutan hari ini akan kami teruskan ke manajemen. Kami berharap warga bersabar. PTBA tetap berkomitmen terhadap kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah IUP,” kata Jen. (Talib Loilatu)