Bupati Aceh Barat Klarifikasi Isu Potong Gaji ASN untuk Kurban: “Ini Hanya Wacana dan Tidak Ada Paksaan”

twibbon infoaktual aceh 82c796e6 398a 4853 b4ff cc1fd8a7d869.png

MEULABOH – INFOAKTUAL.CO.ID | Bupati Aceh Barat memberikan klarifikasi terkait beredarnya pemberitaan yang menyebutkan Pemerintah Kabupaten Aceh Barat mewajibkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) berkurban serta melakukan pemotongan gaji sebesar Rp200 ribu per bulan.senin,1/6/26.

Menurut Bupati, informasi tersebut tidak sesuai dengan substansi yang sebenarnya. Gagasan yang muncul adalah mengajak ASN untuk mempersiapkan ibadah kurban melalui sistem tabungan atau cicilan bulanan secara sukarela, bukan mewajibkan maupun memotong gaji ASN secara sepihak.

Bupati menjelaskan, ide tersebut muncul setelah dirinya melakukan kunjungan ke Rumah Potong Hewan (RPH) dan berdiskusi dengan panitia kurban.

Saat itu ia menanyakan apakah seluruh hewan kurban yang berasal dari sumbangan ASN dicantumkan nama masing-masing peserta kurban saat penyembelihan.

“Jawabannya tidak, karena kurban dilakukan secara gotong royong dan sumbangan bersama. Saya kemudian berpikir, jangan sampai ASN yang berniat beribadah kurban hanya mendapatkan pahala sedekah, sementara pahala kurban yang begitu besar tidak mereka peroleh karena pemahamannya kurang tepat. Ini yang ingin kita luruskan,” ujar Bupati.

Ia menambahkan, pada Hari Raya Idul Adha lalu dirinya menerima laporan bahwa banyak gampong bahkan dusun di wilayah perkotaan mampu melaksanakan penyembelihan hewan kurban hingga puluhan ekor.

Hal tersebut dimungkinkan karena adanya sistem tabungan atau cicilan kelompok yang terdiri dari tujuh orang peserta.

” Yang menarik, ada kelompok masyarakat yang secara ekonomi tergolong sederhana tetapi tetap bisa berkurban karena mereka menabung bersama sepanjang tahun. Semangat seperti inilah yang patut dicontoh,” katanya.

Gagasan tersebut kemudian dibahas dalam pertemuan dengan Kepala Kantor Kementerian Agama Aceh Barat saat bersilaturahmi ke Pendopo Bupati.

Dalam diskusi itu, pihak Kemenag mengaku telah menerapkan sistem serupa dan berhasil menghimpun lebih dari 30 ekor hewan kurban setiap tahunnya.

Menurut perhitungan Bupati, apabila sekitar 1.400 ASN di lingkungan Kementerian Agama ikut serta dalam program tabungan kurban, maka jumlah hewan kurban yang dapat terkumpul bisa mencapai sekitar 200 ekor.

” Karena itu muncul ide tabungan kurban bagi ASN. Misalnya satu kelompok terdiri dari tujuh orang dan menyisihkan sekitar Rp200 ribu per bulan dari tunjangan mereka. Jumlah itu relatif ringan jika dicicil selama setahun,” jelasnya.

Lebih lanjut, Bupati menyebutkan bahwa jika sekitar 6.000 ASN di Aceh Barat berpartisipasi secara sukarela, maka potensi hewan kurban yang terkumpul bisa mencapai sekitar 850 ekor.
Jika ditambah pegawai perusahaan, aparatur gampong, dan unsur masyarakat lainnya, jumlahnya bahkan dapat menembus lebih dari 1.000 ekor.

Namun di tengah munculnya wacana tersebut, beredar pemberitaan dengan judul yang menyebut Pemkab Aceh Barat mewajibkan ASN berkurban dan memotong gaji sebesar Rp200 ribu per bulan.

” Kami cukup terkejut dengan judul berita tersebut. Padahal wacana ini belum pernah disampaikan kepada ASN. Rencananya baru akan didiskusikan pada acara halal bihalal ASN tanggal 2 mendatang.

Keputusan akhirnya tentu tergantung pada jawaban para ASN sendiri, apakah bersedia atau tidak. Kurban tidak bisa dipaksa karena syarat utamanya adalah keikhlasan karena Allah SWT,” tegasnya.

Akibat pemberitaan tersebut, berbagai komentar bermunculan di media sosial. Sebagian mendukung, sebagian lainnya menolak bahkan melontarkan kritik keras.

” Setelah kami telusuri, sebagian besar yang menolak bukan ASN dan bukan berasal dari Aceh Barat. Umumnya mereka keberatan karena mengira program ini bersifat wajib dan disertai pemotongan gaji, apalagi bagi ASN yang penghasilannya sudah banyak berkurang karena cicilan atau kredit,” ungkapnya.

Meski demikian, Bupati menegaskan pihaknya tetap berkomitmen mengajak seluruh jajaran pemerintahan untuk meningkatkan kualitas ibadah dan kepedulian sosial melalui semangat berkurban.

Pada acara halal bihalal ASN yang dijadwalkan berlangsung pada tanggal 2 mendatang, wacana tersebut akan disampaikan secara terbuka untuk didiskusikan bersama.

Pada malam harinya juga akan digelar pengajian di Pendopo Bupati dengan tema “Keutamaan Ibadah Kurban”.

” Kami hanya ingin mengajak kepada kebaikan. Niat baik, terutama yang berkaitan dengan ibadah, pasti memiliki tantangan dan ujian. Selama niatnya baik dan dilakukan dengan ikhlas, maka Bismillah kita jalankan bersama,” pungkas Bupati Aceh Barat.

(Dedy Surya)