MEULABOH – INFOAKTUAL.CO.ID | Penutupan total Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) di kawasan Padang Seurahet, Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat, menuai keluhan dari kalangan nelayan.
Sejumlah nelayan mengaku kesulitan memperoleh bahan bakar minyak (BBM) untuk kebutuhan operasional melaut sejak pasca Hari Raya Idul Adha.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun dari sejumlah warga nelayan, kelangkaan pasokan BBM di SPBN Padang Seurahet mulai dirasakan sejak beberapa hari setelah perayaan Idul Adha.
Hingga kini, aktivitas penyaluran BBM kepada nelayan dilaporkan terhenti total. Jum’at, 5/6/26.
Salah seorang pemilik kapal boat penangkap ikan, Samsul Bahri, yang akrab disapa (Pak Etek) mengungkapkan bahwa dirinya telah menyerahkan surat rekomendasi pembelian BBM kepada pihak pengelola SPBN sebelum Hari Raya Idul Adha.
Namun hingga hampir dua minggu berlalu, BBM yang dibutuhkan untuk operasional kapalnya belum juga tersedia.
” Sebelum lebaran saya sudah menyerahkan rekomendasi kepada pihak pengelola. Biasanya setiap tanggal 2 atau 3 stok minyak sudah masuk ke SPBN. Tetapi sekarang sudah hampir dua minggu kami menunggu, minyak belum juga ada, sementara kapal harus segera beroperasi untuk melaut,” ujar Pak Etek kepada wartawan.
Menurutnya, kondisi tersebut sangat memberatkan nelayan yang menggantungkan hidup dari hasil tangkapan ikan.
Keterlambatan pasokan BBM menyebabkan banyak kapal tidak dapat berangkat melaut sehingga berdampak langsung terhadap pendapatan nelayan dan perekonomian keluarga mereka.
Pak Etek juga meminta pemerintah serta instansi terkait segera turun tangan untuk mencari solusi atas persoalan tersebut.
Ia juga berharap pihak pengelola SPBN Padang Seurahet memberikan penjelasan resmi kepada masyarakat mengenai penyebab terhentinya penyaluran BBM kepada nelayan.
” Kami minta pihak terkait segera menangani masalah ini. Kepada pengelola SPBN juga kami harapkan memberikan klarifikasi terkait tutupnya SPBN tersebut. Kami nelayan sudah susah, jangan dibuat semakin susah lagi,” katanya.
Ia menambahkan, kebutuhan BBM untuk mendukung aktivitas nelayan di wilayah tersebut diperkirakan mencapai 200 hingga 250 ton per bulan. Dengan kebutuhan sebesar itu, penutupan SPBN selama satu minggu saja dinilai sudah cukup berdampak terhadap aktivitas penangkapan ikan di laut.
” Bisa dibayangkan jika SPBN tutup satu minggu saja. Banyak nelayan tidak melaut karena tidak mendapatkan bahan bakar,” tambahnya.
Sebagai alternatif, sebagian nelayan mencoba memperoleh BBM di sejumlah SPBU yang berada di Kota Meulaboh. Namun upaya tersebut juga menghadapi kendala karena sering terjadi antrean panjang kendaraan, sehingga proses pengisian menjadi tidak efektif bagi nelayan yang membutuhkan pasokan dalam jumlah tertentu untuk keperluan melaut.
Kondisi ini memunculkan kekhawatiran di kalangan masyarakat pesisir apabila pasokan BBM untuk nelayan tidak segera dipulihkan.
Selain menghambat aktivitas penangkapan ikan, situasi tersebut juga berpotensi memengaruhi pasokan hasil laut dan roda perekonomian masyarakat yang bergantung pada sektor perikanan.
Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak pengelola SPBN Padang Seurahet maupun instansi terkait mengenai penyebab penghentian penyaluran BBM serta kapan pasokan akan kembali normal.
(Dedy Surya)

