Diduga Jarang Masuk Kantor dan Anti Wartawan, Kepala Tiyuh Wono Rejo Diminta Bertanggung Jawab

infoaktual lampung fe6224b2 ae06 4328 bb78 011ee89b7946

Tulang Bawang Barat –Infoaktual.co.id Kinerja Kepala Tiyuh Wono Rejo, Kecamatan Gunung Agung, Kabupaten Tulang Bawang Barat, kembali menjadi sorotan. Kepala Tiyuh bernama Jiyanto diduga jarang masuk kantor dan terkesan menghindar dari awak media yang ingin melakukan konfirmasi terkait transparansi anggaran dan kegiatan publikasi tahun 2025.

Berdasarkan penelusuran tim media, sudah beberapa kali dilakukan upaya konfirmasi secara langsung ke kantor Tiyuh Wono Rejo, namun hasilnya nihil. Kantor selalu dalam keadaan kosong, dan Kepala Tiyuh tidak pernah berhasil ditemui.

Upaya konfirmasi pun telah dilakukan melalui jalur komunikasi daring. Pada Kamis, 9 Oktober 2025, tim awak media mencoba menghubungi Kepala Tiyuh Jiyanto melalui aplikasi WhatsApp. Namun, pesan yang dikirim tidak direspons, dan selanjutnya nomor awak media diblokir oleh yang bersangkutan. Hal ini memperkuat dugaan bahwa Kepala Tiyuh dengan sengaja menghindar dan menutup diri dari pengawasan publik.

Padahal sebelumnya, Jiyanto telah menjanjikan kepada media untuk memberikan informasi dan data terkait kegiatan dan anggaran publikasi tahun 2025. Namun hingga saat ini, janji tersebut tak kunjung ditepati.

Desakan kepada Dinas Terkait

Menanggapi hal ini, tim awak media mendesak Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Tiyuh (PMT) Kabupaten Tulang Bawang Barat untuk:

Memanggil dan mengevaluasi kinerja Kepala Tiyuh Wono Rejo, Jiyanto.

Memberikan pembinaan agar kepala tiyuh menjalankan tugas dan fungsi (tupoksi) dengan baik.

Mengingatkan pentingnya keterbukaan informasi publik, terlebih yang berkaitan dengan penggunaan dana desa dan program-program yang melibatkan masyarakat luas.

Sebagai pejabat publik, Kepala Tiyuh memiliki tanggung jawab untuk hadir dan terbuka kepada masyarakat, termasuk kepada awak media yang menjalankan fungsi kontrol sosial dan penyampaian informasi kepada publik.

Kebiasaan menghindar dan menutup diri dari pengawasan hanya akan menimbulkan kecurigaan serta menghambat pembangunan yang transparan dan akuntabel di tingkat tiyuh.

Pewarta: Rezqi Anugrah pratama