PADANG, InfoAktual.co.id – Keluarga Besar Perkumpulan Forum Siti Manggopoh (FSM) menggelar kegiatan Family Gathering dan Lawatan Sejarah ke sejumlah situs bersejarah di Kota Solok, Sumatera Barat, pada Sabtu (30/5/2026). Kegiatan ini menjadi ajang mempererat silaturahmi sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap sejarah, budaya, dan nilai-nilai religius yang diwariskan para ulama terdahulu.
Rombongan berangkat dari Kota Padang sekitar pukul 07.00 WIB menuju Kota Solok. Setibanya di lokasi, peserta mendapat sambutan hangat dari Dinas Pendidikan Kota Solok beserta jajaran. Dalam pertemuan tersebut, berlangsung diskusi ringan mengenai pelestarian cagar budaya dan sejarah perkembangan Islam di Kota Solok.
Para peserta yang didominasi oleh Bundo-Bundo FSM mengikuti kegiatan dengan penuh antusias. Salah satu agenda utama adalah ziarah ke makam Syekh Sialahan yang berada di kawasan Surau Latiah, salah satu situs bersejarah yang memiliki nilai penting dalam perkembangan pendidikan dan dakwah Islam di daerah tersebut.
Selain itu, rombongan juga melakukan kunjungan ke Rumah Gadang Gajah Maaram. Surau Latiah dan Rumah Gadang Gajah Maaram merupakan cagar budaya yang menjadi saksi perjalanan sejarah dan budaya masyarakat Minangkabau di Kota Solok.
Kegiatan ini turut dihadiri tiga sosok pendiri Forum Siti Manggopoh, yakni Bundo Lismi Wati, Dra. Sri Setiawati, M.Si, dan Bundo Yuly Zahara. Kehadiran para pendiri menjadi momentum berharga dalam memperkuat rasa kekeluargaan dan kebersamaan di lingkungan FSM.
Memasuki sesi inti, peserta mengikuti berbagai permainan edukatif, asah kecerdasan, dan lomba-lomba bernuansa hiburan yang disertai hadiah menarik. Suasana penuh keakraban dan kegembiraan semakin mempererat hubungan antaranggota.
Ketua Perkumpulan FSM, Bundo Dr. Yenni Idrus, M.Pd, dalam sambutannya menegaskan pentingnya menjaga silaturahmi dan mengenalkan nilai-nilai sejarah kepada generasi penerus.
“Kegiatan ini bukan sekadar sarana rekreasi dan penyegaran, tetapi juga menjadi wadah untuk menanamkan nilai-nilai sejarah perjuangan, religiusitas, serta memperkenalkan kembali warisan budaya dan sejarah Islam di Kota Solok, khususnya Surau Latiah dan Rumah Gadang Gajah Maaram,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Panitia, Bundo Yanti Dewi Murni, mengatakan bahwa kegiatan lawatan sejarah ini dirancang agar rekreasi keluarga memiliki nilai edukatif yang kuat.
Menurutnya, diskusi bersama Dinas Pendidikan Kota Solok juga menghasilkan berbagai masukan penting terkait pelestarian sejarah lokal. Salah satunya disampaikan oleh Dra. Sri Setiawati, M.Si, yang mengusulkan agar muatan lokal mengenai sejarah pendidikan Islam dan peran surau kembali diperkenalkan kepada para siswa di sekolah.
“Nilai-nilai keislaman, budaya, dan sejarah yang pernah berkembang melalui surau-surau di Minangkabau perlu dikenalkan kembali kepada generasi muda agar tidak hilang ditelan zaman,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, FSM berharap dapat menumbuhkan rasa cinta tanah air, memperkuat kebersamaan, serta mempererat tali silaturahmi antaranggota keluarga besar Forum Siti Manggopoh.
Acara ditutup dengan pembagian doorprize, ramah tamah, dan sesi foto bersama di kawasan ikonik Puncak Bidadari, Kota Solok. Momen tersebut menjadi penutup yang berkesan bagi seluruh peserta.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Forum Siti Manggopoh diharapkan semakin dikenal luas oleh masyarakat Sumatera Barat, khususnya kaum perempuan Minangkabau, sebagai organisasi yang aktif melestarikan nilai sejarah, budaya, dan semangat perjuangan yang diwariskan oleh Pahlawan Nasional Siti Manggopoh.(Marneli)



