Semarang, InfoAktual.co.id — Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) terus memperkuat transformasi kelembagaan melalui pengembangan sumber daya manusia (SDM) berbasis ilmu pengetahuan. Hal tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama pembangunan Laboratorium Sosial Sains Kepolisian di lingkungan Akademi Kepolisian (Akpol), Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Lemdiklat Polri), di Semarang, Senin (30/3/2026).
Kegiatan groundbreaking dipimpin langsung oleh Wakapolri, Dedi Prasetyo, sekitar pukul 09.30 WIB di area Perpustakaan Akpol.
Dalam sambutannya, Wakapolri menegaskan bahwa pembangunan Laboratorium Sosial Sains Kepolisian merupakan langkah strategis dalam menjawab tantangan tugas kepolisian modern yang semakin kompleks.
Ia menyebutkan, transformasi Polri saat ini diarahkan pada perubahan paradigma kerja dari pola reaktif menuju pendekatan yang proaktif, reflektif, serta berbasis riset dan analisis ilmiah.
“Polisi masa depan tidak boleh hanya bekerja berdasarkan intuisi emosional, tetapi harus didukung riset yang mendalam. Laboratorium ini akan memastikan lulusan Akpol memiliki landasan filosofis, pedagogis, dan literasi yang kuat sebelum terjun ke lapangan,” ujar Wakapolri.
Laboratorium Sosial Sains Kepolisian dirancang sebagai model pembelajaran yang mengintegrasikan teori akademik dengan praktik langsung di tengah masyarakat. Konsep ini menjadi bagian dari transformasi pendidikan taruna berbasis realitas sosial.
Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Negeri Semarang (UNNES), Rodiyah Tangwun, menjelaskan bahwa laboratorium sosial merupakan pendekatan pembelajaran reflektif yang menekankan keterlibatan langsung dengan dinamika masyarakat.
Dalam implementasinya, Laboratorium Sosial Sains Kepolisian memiliki tiga fungsi utama, yaitu sebagai ruang belajar berbasis fakta sosial, wujud peningkatan kualitas pendidikan kepolisian melalui keseimbangan teori dan praktik, serta sebagai ruang kolaborasi antara kepolisian dan masyarakat.
Melalui pembangunan fasilitas ini, Polri menargetkan lahirnya perwira yang profesional, berintegritas, serta memiliki kemampuan analisis sosial yang baik dalam menghadapi berbagai persoalan masyarakat.
Selain itu, pembangunan laboratorium ini diharapkan mampu meningkatkan keterampilan praktis taruna berbasis situasi nyata, memperkuat komitmen moral, serta membentuk kepemimpinan lapangan yang adaptif dan solutif.
Kegiatan peresmian turut dihadiri pejabat utama Mabes Polri, jajaran Lemdiklat Polri, pimpinan Akpol, serta perwakilan dari berbagai perguruan tinggi nasional sebagai bentuk kolaborasi antara institusi kepolisian dan dunia akademik.
Polri juga terus mengembangkan kerja sama strategis dengan perguruan tinggi guna memperkuat pusat studi kepolisian di berbagai kampus sebagai bagian dari pembangunan sistem kepolisian berbasis pengetahuan.
Pembangunan Laboratorium Sosial Sains di Akpol diharapkan menjadi tonggak penting dalam mendukung reformasi Polri menuju institusi yang modern, profesional, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.(Sandra)



