DKI Jakarta,
InfoAktual.co.id
Musyawarah Komisariat (Musko) XIV Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Jakarta Raya resmi menetapkan Tusvia sebagai Formatur Ketua Umum HMI Koordinator Komisariat (Korkom) Universitas Ibnu Chaldun (UIC) Jakarta Raya periode 2025-2026.
Musko digelar pada 28 Februari 2025 dan dihadiri oleh Ketua Umum HMI Cabang Jakarta Raya serta perwakilan dari lima komisariat UIC. Proses pemilihan berlangsung kondusif dengan Umar Souwakil sebagai presidium sidang pertama, Ramla Kilwulan sebagai presidium kedua, dan Edrian Saputra sebagai presidium ketiga.
Setelah melalui proses pemungutan suara, Tusvia meraih tiga suara, sementara Yordan mendapatkan dua suara dari total lima komisariat yang berpartisipasi. Kemenangan ini menjadikan Tusvia sebagai nakhoda baru HMI Korkom UIC Jakarta Raya.
Usai terpilih, Tusvia menyampaikan rasa terima kasihnya kepada kepengurusan sebelumnya serta para senior yang telah membimbingnya. Ia juga mengajak seluruh kader untuk kembali ke jalur perjuangan HMI.
“Terima kasih kepada pengurus sebelumnya dan para senior atas dukungannya. Kepada seluruh kader, mari bersama membesarkan HMI di kampus. Kita harus berkontribusi untuk kemajuan umat dan bangsa,” ujar Tusvia.
Lebih lanjut, ia mengajak seluruh komisariat untuk berkolaborasi dalam menyukseskan program-programnya.
“Saya berharap kita dapat bekerja sama demi mewujudkan Korkom yang lebih baik. Dengan dukungan lima komisariat, kita bisa menjalankan program yang membawa perubahan nyata,” tambahnya.
Musyawarah ini menjadi momen penting bagi HMI Korkom UIC dalam memperkuat solidaritas dan semangat juang para kader. Dengan kepemimpinan baru, HMI diharapkan semakin berkembang dan berkontribusi lebih luas.
Sidang Musko berlangsung tertib dan demokratis, mencerminkan komitmen kader HMI dalam menjaga nilai-nilai kebersamaan dan kepemimpinan.
Dengan kepemimpinan Tusvia, HMI Korkom UIC Jakarta Raya diharapkan semakin solid dalam menjalankan visi dan misinya. Kini, tugas besar menanti, dan semangat juang kader menjadi kunci keberhasilan di masa depan. (Talib Loilatu)

