30% Dayah di Aceh Barat Belum Terdata, Rakor Kemenag : Tanpa Data EMIS Valid, Hak Santri Berisiko Hilang

twibbon infoaktual aceh e7d0dfff eabb 4490 810f e5e452ac2c77.png

MEULABOH – INFOAKTUAL.CO.ID |Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Aceh Barat menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) yang dihadiri puluhan pimpinan serta operator Dayah dari seluruh wilayah Kabupaten Aceh Barat. Kegiatan berlangsung di Aula Kantor Kemenag Aceh Barat, belum lama ini..(up) Rabu, 24/6/26

Rakor ini secara resmi dibuka oleh Kepala Kankemenag Kabupaten Aceh Barat, Khairul Azhar, S.Ag. Dalam arahannya, ia menyampaikan bahwa pertemuan ini diselenggarakan khusus untuk menyamakan pemahaman dan menyempurnakan pengelolaan data lembaga pendidikan melalui Sistem Informasi Manajemen Pendidikan (EMIS).

“Dayah adalah warisan luhur sekaligus tumpuan utama pendidikan dan pembentukan akhlak masyarakat Aceh. Agar pembinaan dan dukungan pemerintah dapat sampai dengan tepat, terukur, dan merata, kita harus memiliki data yang benar, lengkap, dan mutakhir,” ujar Khairul Azhar di hadapan para peserta rapat.

IMG 20260625 WA0004
Lebih lanjut, dijelaskan, Sedikitnya 83 pondok Pesantren yang ada di Aceh Barat, 30 persennya belum tercatat dalam sistem EMIS. menurutnya hal ini menjadi dasar utama penentuan kebijakan, penyaluran bantuan operasional, serta pengembangan sumber daya manusia di lembaga pendidikan.

“Jika data tidak tercatat atau tidak akurat, maka hak- gak lembaga, Dayah dan santri berisiko tidak terlayani dengan baik. Oleh karena itu, tugas kita bersama untuk memastikan setiap satu satuan pendidikan, setiap pendidik, dan setiap santri tercatat dengan benar di dalam sistem ini,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, Khairul Azhar juga meminta para pimpinan dan operator dayah untuk bekerja sama secara aktif dengan petugas Kemenag.

Ia berharap kendala yang dihadapi dapat segera dikomunikasikan dan dicarikan solusi bersama, sehingga seluruh data dapat diselesaikan sesuai jadwal yang ditetapkan.

Selain pemaparan arahan dari Kepala Kantor, kegiatan ini juga diisi dengan bimbingan teknis pengisian data, tanya jawab kendala pengoperasian sistem, serta penyamaan langkah kerja antara petugas Kemenag dengan para pengelola dayah.

Para peserta yang hadir adalah mayoritas Ulama-Pimpinan dan Operator Dayah, menyambut baik pelaksanaan kegiatan RAKOR tersebut dan berkomitmen untuk segera melengkapi serta memutakhirkan data lembaga masing-masing agar pengelolaan pendidikan dayah di Aceh Barat semakin tertib, teratur, dan maju.

 

(Dedy Surya)