Kabupaten Solok – Semangat pelestarian Ayam Kokok Balenggek (AKB) semakin menggelora. Rapat pembentukan Panitia AKB World Symphony 2026 dalam rangka persiapan Rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) berlangsung penuh antusias di Pancang Hayati, tepi Danau Di Ateh, Kecamatan Lembah Gumanti, Kabupaten Solok, Sabtu malam (8/8/2026).
Rapat yang dihadiri sekitar 40 orang tersebut diwarnai kehadiran para pecinta dan peternak AKB dari kalangan muda yang datang dari berbagai komunitas. Antusiasme generasi muda ini menjadi harapan baru bagi keberlanjutan pelestarian Ayam Kokok Balenggek sebagai plasma nutfah asli Kabupaten Solok.
Melalui musyawarah, peserta rapat secara mufakat memilih Jo Marah dari Komunitas AIKA sebagai Ketua Pelaksana AKB World Symphony 2026. Dalam sambutannya, Jo Marah mengajak seluruh panitia dan peserta yang hadir untuk menjaga komitmen bersama demi menyukseskan penyelenggaraan kegiatan.
“Kita telah diberi amanah yang besar. Saya mengajak seluruh panitia agar tetap bekerja sama, saling mendukung, menjaga kekompakan, dan tetap solid mulai dari tahap persiapan hingga pelaksanaan. Rekor MURI ini adalah kebanggaan kita bersama dan menjadi sejarah bagi Kabupaten Solok,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua APAKBI Sumatera Barat, Dr. Sastra Munafri, S.Sn., M.Sn., mengaku sangat terharu melihat besarnya semangat generasi muda yang hadir pada rapat tersebut. Menurutnya, kehadiran para peternak dan pecinta AKB muda merupakan modal utama untuk mewujudkan target menghadirkan 2.026 ekor Ayam Kokok Balenggek dalam satu pertunjukan budaya sebagai upaya meraih Rekor MURI.
“Saya sangat terharu melihat antusiasme anak-anak muda malam ini. Ini membuktikan bahwa regenerasi pecinta Ayam Kokok Balenggek berjalan dengan baik. Diskusi berlangsung sangat dinamis, penuh gagasan dan semangat kebersamaan. Insya Allah, dengan kekompakan seluruh panitia dan dukungan semua pihak, AKB World Symphony 2026 akan menjadi kebanggaan Kabupaten Solok, Sumatera Barat, bahkan Indonesia,” ungkap Dr. Sastra Munafri.

Rapat berlangsung hangat dengan berbagai pembahasan strategis, mulai dari penyempurnaan struktur kepanitiaan, pembagian tugas setiap bidang, persiapan administrasi Rekor MURI, strategi penggalangan sponsor, hingga kesiapan menghadirkan 2.026 ekor Ayam Kokok Balenggek sebagai inti pertunjukan kolosal.
Diskusi yang berlangsung penuh semangat tersebut baru berakhir pada pukul 01.00 WIB dini hari, menandai kuatnya komitmen seluruh peserta untuk bekerja bersama mewujudkan AKB World Symphony 2026 sebagai agenda budaya berskala nasional yang diharapkan mampu mengangkat nama Kabupaten Solok sebagai daerah asal Ayam Kokok Balenggek sekaligus memperkuat pelestarian plasma nutfah unggas lokal Indonesia.
InsyaAllah pada festival akb 5 danau yang akan dilaksanakan tgl 19 September 2026 di villa danau di ateh akan di luncing themesong AKB Word Symphony 2026 yang akan di resmikan langsung oleh bupati Solok JFP ( Tim)

