Pasaman Barat.InfoAktual.co.id – Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat terus mempercepat pembangunan infrastruktur jalan guna meningkatkan konektivitas antarwilayah. Salah satunya melalui pembangunan Jalan Wonosari–Mandiangin Lubuk Puta, Kecamatan Kinali, dengan anggaran mencapai Rp12,8 miliar dari APBD Kabupaten Pasaman Barat.
Untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai rencana, Bupati Pasaman Barat, Yulianto, turun langsung meninjau progres pembangunan ruas jalan tersebut, Minggu (1/11/2026).
Proyek dengan nilai kontrak sebesar Rp12.808.163.639 itu memiliki masa pelaksanaan 130 hari kalender, terhitung sejak 24 Agustus hingga Desember 2026. Pembangunan jalan dilakukan dengan spesifikasi lebar badan jalan 3,5 meter serta bahu jalan masing-masing 0,75 meter di sisi kiri dan kanan.
Dalam kunjungannya, Yulianto mengungkapkan rasa syukur karena progres pembangunan berjalan dengan baik. Ia menegaskan, ruas jalan yang menghubungkan kawasan Nagari Bancah Kariang hingga Mandiangin tersebut merupakan akses vital yang sangat dibutuhkan masyarakat.
“Alhamdulillah, dari Nagari Bancah Kariang sampai dengan Mandiangin progresnya berjalan baik. Ini merupakan akses yang sangat dibutuhkan masyarakat. Karena itu, infrastruktur jalan ini menjadi salah satu yang kita prioritaskan untuk dibangun,” ujar Yulianto.
Menurutnya, pembangunan jalan tersebut bukan sekadar meningkatkan kualitas infrastruktur, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Dengan akses transportasi yang semakin baik, aktivitas warga, termasuk distribusi hasil pertanian dan kegiatan ekonomi lainnya, diharapkan semakin lancar.
Namun demikian, Yulianto mengingatkan bahwa keberadaan infrastruktur yang telah dibangun harus diiringi kesadaran masyarakat untuk menjaga dan merawatnya.
Ia secara khusus meminta pengguna jalan memperhatikan kapasitas kendaraan dan batas tonase agar jalan tidak mengalami kerusakan akibat beban kendaraan yang melebihi kemampuan konstruksi.
“Jalan ini harus kita jaga bersama. Penggunaan kendaraan, termasuk tonasenya, harus disesuaikan dengan kekuatan jalan. Sebab, yang akan memanfaatkan infrastruktur ini adalah kita sendiri, masyarakat kita. Dengan selesainya pembangunan jalan ini, kita berharap roda perekonomian masyarakat semakin meningkat,” tegasnya.
Yulianto juga menekankan bahwa pemeliharaan infrastruktur membutuhkan keterlibatan seluruh elemen, mulai dari pemerintah daerah, camat hingga tokoh masyarakat. Pengawasan bersama dinilai penting agar fasilitas publik tersebut dapat bertahan dan memberikan manfaat dalam jangka panjang.
Melihat perkembangan pekerjaan di lapangan, Bupati optimistis pembangunan Jalan Wonosari–Mandiangin dapat diselesaikan lebih awal dari batas akhir masa kontrak. Ia bahkan berharap ruas jalan tersebut sudah rampung pada November 2026.
“Alhamdulillah, meskipun saya bukan ahlinya, melihat progres pekerjaan saat ini, mudah-mudahan November sudah selesai,” ungkapnya.
Dalam peninjauan itu, Bupati turut didampingi Kepala Dinas PUPR Bambang Sumarsono, Plt. Staf Ahli Bidang Keagamaan dan Kesra Getri Ardenis, Anggota DPRD Pasaman Barat Eko Supriyono, Camat Kinali Jon Helmat Joni, serta sejumlah pemangku kepentingan terkait.
Pemerintah daerah berharap pembangunan jalan tersebut mampu memperlancar akses transportasi masyarakat sekaligus menjadi penggerak peningkatan perekonomian di wilayah Kinali dan sekitarnya. (Sandra)



