JAKARTA I Infoaktual.co.id – Dipertuan Agung Dewan Adat Nasional Republik Indonesia (DANRI), Sultan Sepuh Cirebon KGSS Pangeran Heru Rusyamsi Arianatareja, bersama Sekretaris Jenderal DANRI Sultan Samudera Pasai Aceh Teuku Badrudin Syah, melakukan pertemuan dengan Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka di Istana Wakil Presiden, Jakarta. Jum’at ( 27/2/2026)
Pertemuan tersebut membahas sejumlah isu strategis terkait peran kerajaan dan kesultanan Nusantara dalam konteks Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), termasuk penguatan sinergi antara adat dan negara.
Dalam kesempatan itu, Dipertuan Agung DANRI menyampaikan beberapa pokok pikiran. Pertama, penegasan kembali peran historis kerajaan dan kesultanan sebagai bagian dari perjalanan panjang pembentukan peradaban Nusantara hingga lahirnya NKRI. Kedua, pentingnya penguatan aspek administrasi dan ketatanegaraan yang dinilai selaras dengan fakta historis kebangsaan. Ketiga, dorongan agar terdapat ruang dialog dan sinergi yang lebih terstruktur antara pemerintah dan para raja serta sultan, terutama dalam penyelesaian persoalan agraria dan tanah ulayat.
Dipertuan Agung DANRI juga mengusulkan adanya Utusan Khusus Presiden dari kalangan raja dan sultan Nusantara untuk mendampingi Presiden dalam menangani isu-isu strategis yang berkaitan dengan adat dan tanah ulayat. Selain itu, disampaikan pula gagasan agar DANRI dapat memiliki payung hukum yang lebih kuat melalui regulasi pemerintah.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menyatakan apresiasinya atas berbagai masukan yang disampaikan. Ia menilai peran historis kerajaan dan kesultanan merupakan bagian dari khazanah perjalanan bangsa Indonesia. Wakil Presiden juga menyampaikan bahwa gagasan tersebut akan diteruskan kepada Presiden RI Prabowo Subianto untuk menjadi bahan pertimbangan lebih lanjut.
Pertemuan itu menjadi bagian dari upaya memperkuat komunikasi antara unsur adat dan pemerintah dalam kerangka NKRI, dengan harapan tercipta sinergi yang konstruktif demi menjaga persatuan dan kedaulatan bangsa.
Laporan: EA



