Daftar Isi:
Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan
InfoAktual.co.id
Wajah tata kota di Kecamatan Baturaja Timur, Kabupaten Ogan Komering Ulu, kian memprihatinkan. Jalan Akmal, yang seharusnya menjadi akses publik bagi masyarakat, kini berubah fungsi menjadi pasar tumpah.
Ratusan pedagang kaki lima (PKL) secara terbuka menguasai badan jalan setiap hari, sementara Pemerintah Kabupaten OKU dinilai abai dan terkesan menutup mata.
Pantauan di lapangan menunjukkan, pelanggaran ini berlangsung rutin sejak waktu subuh hingga sekitar pukul 07.45 WIB.
Badan jalan sepanjang Tugu Batu hingga depan ruko eks Bank Danamon nyaris tidak dapat dilalui kendaraan. Kemacetan, potensi kecelakaan, hingga gangguan aktivitas warga menjadi konsekuensi yang harus diterima masyarakat setiap pagi.
Para PKL dengan leluasa menggelar lapak di atas aspal, menjajakan sayuran, ikan, hingga barang pecah belah. Hak pengguna jalan seolah dikalahkan oleh pembiaran yang berlangsung sistematis.
Kondisi ini bukan lagi sekadar pelanggaran kecil, melainkan cerminan kegagalan pengelolaan ruang publik oleh pemerintah daerah.
Viral di TikTok, Warga Soroti Lemahnya Pengawasan
Situasi tersebut menjadi sorotan publik setelah viral di media sosial. Sebuah video yang diunggah akun TikTok @agusdavidson3 pada Kamis, 25 Desember 2025, memperlihatkan Jalan Akmal yang sepenuhnya berubah menjadi pasar.
Video berjudul “Badan Jalan Sudah Seperti Pasar Kota Baturaja” itu telah ditonton lebih dari 17 ribu kali, menuai ratusan komentar bernada kecaman.
Netizen Kecam Pemerintah dan Aparat
Mayoritas netizen menilai kondisi ini mencerminkan ketidakberdayaan pemerintah daerah dalam menegakkan peraturan daerah (Perda).
Akun @Muda Jaya menilai pemerintah tidak berdaya menghadapi pelanggaran yang terjadi terang-terangan.
“Beginilah nasib Kota Baturaja, seperti tidak ada penegak aturan. Terkesan kumuh,” tulisnya.
Komentar bernada sarkas disampaikan akun @user61887730709492. Ia menyindir keberadaan aparat yang dinilai justru membiarkan pelanggaran terjadi.
“Enak sekarang belanja tidak susah masuk los lagi. Pedagang sudah berhamburan buka lapak di jalan. Malah dijaga oleh Pol PP, aman enggak ada copet,” tulisnya.
Sementara akun @nang mengungkit prestasi masa lalu Kota Baturaja yang pernah meraih penghargaan Kalpataru.
”Dulu Kota Baturaja pernah mendapat Kalpataru. Nah sekarang Baturaja menjadi KOTA KUMUH. Masalah pedagang kaki lima saja Pemerintah Kabupaten OKU tidak bisa mengatasinya, apalagi masalah yang lain,” kecamnya.
Warga Desak Tindakan Tegas
Viralnya kondisi Jalan Akmal bukan sekadar persoalan PKL, melainkan alarm keras atas lemahnya kebijakan penataan kota dan penegakan hukum di OKU.
Tanpa langkah tegas, pembiaran ini akan menjadi preseden buruk dan mempertebal ketidakpercayaan publik terhadap pemerintah daerah.
Masyarakat kini menanti, apakah Pemkab OKU akan terus tutup mata, atau berani mengambil tindakan tegas dan solutif untuk mengembalikan fungsi jalan sebagai ruang publik yang aman, tertib, dan beradab.
Source: TikTok @agusdavidson3
Release: Redaksi Info Aktual



