Pembangunan Trotoar Ciledug Tak Kunjung Rampung, Pengusaha Hotel hingga Toserba Keluhkan Dampaknya terhadap Perekonomian

twibbon infoaktual jabar 66d8e330 c2b2 4fad 9902 8a66b34addcc.png 2

Pembangunan Trotoar Ciledug Tak Kunjung Rampung, Pengusaha Hotel hingga Toserba Keluhkan Dampaknya terhadap Perekonomian

 

Cirebon Timur, infoaktual.co.id – Proyek pembangunan trotoar di sepanjang kawasan Ciledug, Kabupaten Cirebon, menuai keluhan dari berbagai kalangan pelaku usaha. Sejumlah pengusaha perhotelan, toko swalayan (toserba), restoran, pertokoan, hingga pelaku UMKM mengaku aktivitas usahanya mengalami penurunan akibat proyek yang dinilai berlangsung terlalu lama dan belum menunjukkan penyelesaian yang optimal.

Para pelaku usaha menyampaikan bahwa selama proses pembangunan berlangsung, akses kendaraan menuju lokasi usaha menjadi terbatas, beberapa titik parkir tidak dapat dimanfaatkan secara maksimal, serta kondisi jalan yang dipenuhi material bangunan dan kemacetan menyebabkan masyarakat enggan berkunjung. Kondisi tersebut, menurut mereka, berdampak langsung terhadap penurunan omzet dan aktivitas ekonomi di kawasan Ciledug.

Menanggapi berbagai keluhan tersebut, Tokoh Masyarakat Cirebon Timur, R. Hamzaiya, S.Hum., meminta Pemerintah Kabupaten Cirebon bersama instansi teknis dan pihak pelaksana proyek untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap progres pembangunan trotoar.

Menurut R. Hamzaiya, pembangunan infrastruktur merupakan program yang patut didukung karena bertujuan meningkatkan kualitas fasilitas publik, mempercantik kawasan perkotaan, serta memberikan kenyamanan bagi masyarakat. Namun demikian, pelaksanaannya juga harus memperhatikan dampak ekonomi yang dirasakan masyarakat dan pelaku usaha.

“Pembangunan trotoar memang penting sebagai bagian dari penataan kawasan perkotaan. Akan tetapi, apabila prosesnya berlangsung terlalu lama tanpa kepastian penyelesaian, maka yang paling merasakan dampaknya adalah masyarakat dan para pelaku usaha yang menggantungkan penghasilannya dari aktivitas ekonomi di sepanjang jalan tersebut,” ujar R. Hamzaiya.

IMG 20260703 024338 1 scaled

Ia mengungkapkan bahwa dalam beberapa waktu terakhir dirinya menerima berbagai aspirasi dari pengusaha hotel, pengelola toko swalayan, pemilik restoran, hingga pedagang yang mengeluhkan menurunnya jumlah pelanggan. Banyak konsumen memilih mencari lokasi lain yang aksesnya lebih mudah dibanding harus melewati jalur proyek yang padat dan sulit dilalui.

Selain itu, menurutnya, kondisi lingkungan proyek yang dipenuhi material bangunan, debu, serta pengaturan lalu lintas yang belum maksimal turut memengaruhi kenyamanan masyarakat. Situasi tersebut dinilai dapat berdampak terhadap citra kawasan perdagangan dan jasa di Ciledug apabila tidak segera ditangani.

R. Hamzaiya menegaskan bahwa pemerintah perlu memastikan setiap proyek strategis berjalan sesuai target waktu yang telah ditetapkan. Apabila terdapat kendala teknis maupun administratif, masyarakat juga berhak memperoleh informasi secara terbuka mengenai penyebab keterlambatan dan langkah penyelesaiannya.

“Masyarakat tidak menolak pembangunan. Justru masyarakat berharap pembangunan segera selesai agar manfaatnya dapat dirasakan. Yang menjadi persoalan adalah ketika pekerjaan berlangsung terlalu lama sehingga menimbulkan kerugian bagi dunia usaha dan aktivitas ekonomi masyarakat.”

Ia juga meminta agar dilakukan percepatan pekerjaan dengan tetap mengutamakan kualitas konstruksi. Menurutnya, penyelesaian yang tepat waktu akan mengembalikan aktivitas ekonomi masyarakat sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap pelaksanaan pembangunan daerah.

IMG 20260703 024409 1 scaled

Lebih lanjut, R. Hamzaiya mengusulkan agar pemerintah bersama pelaksana proyek menyediakan akses sementara yang aman menuju pusat-pusat usaha, melakukan pengaturan lalu lintas secara lebih efektif, serta memasang papan informasi mengenai progres pekerjaan agar masyarakat memperoleh kepastian.

Menurutnya, komunikasi yang baik antara pemerintah, kontraktor, dan masyarakat sangat diperlukan agar pelaksanaan proyek tidak menimbulkan kesalahpahaman maupun keresahan di tengah masyarakat.

IMG 20260703 024806

Di akhir pernyataannya, R. Hamzaiya berharap pembangunan trotoar di kawasan Ciledug dapat segera dituntaskan sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat luas.

“Saya berharap proyek ini segera selesai sesuai standar kualitas yang baik. Infrastruktur yang bagus tentu akan mendukung pertumbuhan ekonomi, tetapi proses pembangunannya juga harus memperhatikan keberlangsungan usaha masyarakat. Jangan sampai pelaku usaha menjadi korban karena lamanya penyelesaian proyek. Pemerintah perlu hadir memberikan solusi sehingga pembangunan dan pertumbuhan ekonomi dapat berjalan beriringan,” tutup R. Hamzaiya.

 

*Red