Kapolri Dorong Kolaborasi Berantas Narkoba di Muktamar XVI Tapak Suci Semarang

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bersama Gubernur Jateng Ahmad Luthfi dan Ketum PP Muhammadiyah Haedar Nashir menghadiri Muktamar XVI Tapak Suci di Semarang.
Suasana perhelatan Muktamar XVI Tapak Suci Putera Muhammadiyah di kawasan Simpang Lima, Semarang, yang turut dihadiri oleh pesilat mancanegara dan tokoh nasional.

SEMARANG – Perhelatan akbar Muktamar XVI Tapak Suci Putera Muhammadiyah sukses menyedot perhatian publik di kawasan Simpang Lima, Kota Semarang.

Acara bergengsi yang dihelat pada 6–9 Agustus 2026 ini tidak hanya menjadi ajang konsolidasi nasional, tetapi juga ajang unjuk gigi para pesilat mancanegara dari lima negara: Belanda, Singapura, Kazakhstan, Nigeria, hingga Aljazair.

Lebih dari sekadar forum organisasi, muktamar kali ini terasa istimewa dengan kehadiran sejumlah tokoh penting Tanah Air. Tampak hadir di lokasi, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo serta Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, yang disambut langsung oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir.

Secara resmi, rangkaian acara dibuka oleh Haedar Nashir yang ditandai dengan prosesi penancapan senjata khas Tapak Suci, yakni Segu.

 

Sinergi Polri dan Pendekar Jaga Generasi Muda

Dalam momen bersejarah tersebut, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan harapan besarnya terhadap eksistensi persyarikatan. Ia secara khusus mendorong agar kedekatan yang telah terjalin antara institusi Polri dan Tapak Suci dapat diwujudkan dalam wujud kolaborasi nyata di lapangan.

Listyo Sigit membidik program pembinaan masyarakat, khususnya dalam melindungi generasi muda dari ancaman kejahatan sosial. Ia bahkan mewacanakan pembukaan cabang latihan Tapak Suci di lingkungan institusi kepolisian.

“Kita bersama-sama menjaga kesejukan melalui cooling system, serta membentengi agar masyarakat dan generasi muda kita tidak mudah terpengaruh oleh pusaran disinformasi, misinformasi, hingga terjerumus dalam bahaya narkoba dan judi online,” tegas Kapolri.

Menurut Listyo Sigit, filosofi luhur seorang pendekar yang selalu berdiri membela kebenaran dan melindungi kelompok lemah memiliki benang merah yang sangat kuat dengan tugas pokok Polri, yakni memberikan perlindungan, pengayoman, serta pelayanan prima kepada masyarakat.

Ketua Pimda 345 Tapak Suci Empat Lawang.
Ketua Pimda 345 Tapak Suci Empat Lawang, Nope Priasadi di ruang Muktamar XVI Tapak Suci di Semarang.

 

Pembangunan Karakter Spiritual dan Fisik

Sejalan dengan visi tersebut, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi turut menyoroti fungsi esensial dari seni bela diri asli Indonesia ini. Baginya, pencak silat jauh melampaui batas definisi sekadar olahraga fisik.

“Seni bela diri merupakan warisan budaya bangsa Indonesia. Di balik ketangkasan itu, seni bela diri akan membentuk karakter, kerja sama, kedisiplinan, dan kebersamaan,” ujar Luthfi.

Gagasan ini diperkuat oleh Ketum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir. Ia menekankan bahwa gemblengan fisik di arena bela diri wajib berjalan beriringan dengan pematangan kekuatan spiritual (akhlak).

“Tapak Suci melatih fisik untuk membentuk jiwa kesatria, jiwa futuwwah, yang selalu berdiri tegak di atas kebenaran, kebaikan, serta membela kepentingan bangsa,” tutur Haedar seraya mengapresiasi dukungan penuh dari Pemprov Jateng dan Pemkot Semarang atas terselenggaranya Muktamar XVI Tapak Suci ini.

 

Hasil Muktamar: M. Afnan Hadikusumo Kembali Terpilih

Di sisi agenda musyawarah, ajang pergantian tongkat estafet kepemimpinan juga telah mencapai mufakat. Ketua Pimda 345 Tapak Suci Empat Lawang, Nope Priasadi, yang hadir di lokasi mengonfirmasi bahwa M. Afnan Hadikusumo kembali didapuk sebagai pucuk pimpinan.

“Muktamar di Semarang ini menetapkan Bapak M. Afnan Hadikusumo kembali sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat Tapak Suci Putera Muhammadiyah periode 2026–2031 secara aklamasi,” jelas Nope.

Sebagai informasi, ajang ini turut dihadiri oleh delegasi dari Sumatera Selatan, di mana 11 dari total 16 Pimda Sumsel terkonfirmasi hadir, termasuk Pimda 116 Lahat, Pimda 345 Empat Lawang, dan Pimda 118 Muara Enim.

Berikut adalah daftar perolehan suara 9 Tim Formatur terpilih:

  • M. Afnan Hadikusumo: 528 suara
  • Rony Syaifullah: 510 suara
  • M. Shiddiq: 452 suara
  • Jazim Ahmad: 386 suara
  • M. Wafid Agung Novianto: 378 suara
  • Abas Akbar: 373 suara
  • M. Sasmito Djati: 322 suara
  • Mus Suherman: 313 suara
  • Wiwoho Aji Santoso: 310 suara

 

Laporan: Nope Priasadi, S.A.P
Editor: Erwin