GUNUNGSITOLI – Kepedulian terhadap sesama kembali ditunjukkan oleh pemerhati Kepulauan Nias, Dr. H.C. Yusman Dawolo, M.Kom.I., yang akrab disapa Bang YD. Bersama tim Gerakan Peduli Kota Gunungsitoli, ia turun langsung mengunjungi keluarga Ama dan Ina Nestor di Desa Luaha Laraga, Kecamatan Gunungsitoli Selatan, Kota Gunungsitoli, Jumat (30/10/2026).
Kunjungan tersebut menjadi bentuk nyata kepedulian sosial setelah Bang YD mendengar kondisi memprihatinkan yang dialami pasangan lanjut usia tersebut. Hampir dua tahun setelah rumah mereka dilanda kebakaran, Ama dan Ina Nestor terpaksa menjalani kehidupan sehari-hari di bawah tenda darurat yang diberikan pemerintah desa.
Kondisi semakin memprihatinkan karena Ina Nestor saat ini tengah berjuang menghadapi penyakit stroke. Di tengah keterbatasan tempat tinggal dan kondisi kesehatan, pasangan lansia ini membutuhkan perhatian serta uluran tangan dari berbagai pihak.
Dalam kunjungan tersebut, Bang YD bersama tim membawa bantuan sembako berupa beras, mi instan, telur, minyak goreng, dan gula. Bantuan itu diserahkan langsung sebagai bentuk kepedulian untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari keluarga tersebut.
Menurut Bang YD, kehadirannya bukan semata-mata untuk menyerahkan bantuan, melainkan sebagai wujud empati dan solidaritas terhadap sesama yang sedang menghadapi kesulitan hidup.
“Bagaimana pun, apa yang mereka rasakan, kita juga ikut merasakannya. Di mana mereka tidur sehari-hari di tenda seperti ini, rumah mereka ala kadarnya. Ini sangat memprihatinkan,” ungkap Bang YD dengan penuh keprihatinan.
Ia berharap kehadiran bersama tim Gerakan Peduli Kota Gunungsitoli dapat memberikan semangat dan sedikit kebahagiaan bagi Ama dan Ina Nestor yang selama ini hidup dalam keterbatasan.
Di balik rasa syukur atas bantuan yang diterima, Ama Nestor turut menceritakan pengalaman selama hampir dua tahun pascakebakaran. Menurut pengakuannya, sudah banyak pihak yang datang melihat kondisi tempat tinggal mereka. Namun, ia mengaku sebagian kunjungan hanya sebatas mengambil foto tanpa ada kejelasan mengenai bantuan lanjutan.
Kondisi tersebut menjadi perhatian Bang YD. Ia berharap persoalan yang dialami keluarga Ama dan Ina Nestor tidak berhenti sebatas kunjungan dan pendataan, tetapi perlu ditindaklanjuti melalui langkah konkret.
Secara khusus, Bang YD meminta perhatian Wali Kota Gunungsitoli bersama Dinas Sosial agar segera melakukan peninjauan dan pendataan serta mempertimbangkan bantuan pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) bagi pasangan lansia tersebut sesuai ketentuan dan program yang tersedia.
“Kita berharap Bapak Wali Kota Gunungsitoli dan Dinas Sosial turun tangan membantu Ama dan Ina Nestor agar dapat dibangunkan rumah yang layak huni. Mari kita bergandengan tangan untuk membantu Bapak dan Ibu Nestor di tempat ini,” tegasnya.
Kepedulian yang ditunjukkan Bang YD bersama tim Gerakan Peduli Kota Gunungsitoli menjadi pengingat bahwa nilai kemanusiaan tidak hanya diwujudkan melalui kata-kata, tetapi juga melalui tindakan nyata.
Masyarakat berharap perhatian terhadap keluarga Ama dan Ina Nestor dapat menjadi momentum bagi pemerintah, para dermawan, serta seluruh elemen masyarakat untuk bergotong royong memberikan solusi, sehingga pasangan lansia tersebut tidak lagi harus menjalani hari-hari di bawah tenda darurat.
Sebab, setiap warga negara berhak mendapatkan kehidupan yang layak, rasa aman, dan perhatian sosial, terlebih bagi masyarakat lanjut usia yang sedang menghadapi kondisi sulit. (Deni Zega)



