GUNUNGSITOLI, 03 November 2026 infoaktual.co.id – Di tengah sulitnya mencari pekerjaan, terbatasnya lapangan kerja, dan persaingan mendapatkan penghasilan yang layak, mahasiswa tidak cukup hanya dipersiapkan menjadi pencari kerja. Mereka harus berani membangun usaha, menciptakan lapangan kerja, dan menjadi bagian dari solusi bagi persoalan ekonomi masyarakat. Pesan kuat itulah yang disampaikan Dr. (H.C.) Yusman Dawolo, M.Kom.I., atau akrab disapa Bang YD, dalam kuliah umum di Gedung Umi Kalsum, Gunungsitoli, Kepulauan Nias, Senin (2/11/2026).
Di hadapan mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) NIAS, Bang YD mengajak generasi muda mengubah cara pandang terhadap masa depan. Menurutnya, pendidikan tinggi seharusnya tidak hanya menjadi jalan untuk memperoleh pekerjaan, tetapi juga menjadi bekal untuk menciptakan peluang ekonomi dan membangun kemandirian.
Kuliah umum tersebut berlangsung penuh antusiasme. Para mahasiswa tampak serius mendengarkan pemaparan, mencatat berbagai materi penting, serta aktif mengajukan pertanyaan. Suasana semakin semarak ketika Bang YD membagikan berbagai hadiah kepada peserta yang aktif mengikuti kegiatan.
Ketua STAI NIAS: Mahasiswa Tidak Harus Semuanya Menjadi Karyawan
Ketua STAI NIAS, Dr. M. Abdi Lubis, M.Si., dalam sambutannya menyampaikan rasa senang dan terima kasih atas kehadiran Bang YD yang bersedia berbagi pengalaman dan pengetahuan kewirausahaan kepada mahasiswa. Ia berharap kuliah umum tersebut menjadi sumber inspirasi sekaligus dorongan nyata bagi mahasiswa untuk berani menekuni dunia usaha.
Menurutnya, mahasiswa tidak harus memiliki cita-cita yang sama, apalagi hanya berorientasi menjadi karyawan atau Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Ia mencontohkan perjalanan hidup Bang YD yang berangkat dari keterbatasan ekonomi, tetapi mampu membangun usaha melalui keberanian, kejujuran, kerja keras, dan kemauan untuk terus belajar.
“Kemiskinan dan keterbatasan saat ini bukanlah penghalang untuk menjadi pengusaha sukses. Bang YD dahulu jauh lebih miskin daripada kita sekarang. Namun, dengan keberanian, kejujuran, kerja keras, belajar terus-menerus, dan semangat yang kuat, kita bisa melihat buktinya hari ini. Beliau berhasil menjadi pengusaha sukses,” ujarnya.
Bang YD: Kalau Ingin Kaya Harta, Bangunlah Usaha dan Ciptakan Nilai
Dalam pemaparannya, Bang YD menyoroti persoalan pengangguran dan terbatasnya kesempatan kerja yang dihadapi masyarakat, termasuk generasi muda di Kota Gunungsitoli dan Kepulauan Nias. Ia menegaskan bahwa mahasiswa perlu memahami perbedaan antara bekerja untuk memperoleh penghasilan dan membangun usaha yang mampu menciptakan nilai ekonomi bagi masyarakat.
“Kalau kita ingin memiliki kekayaan yang besar, salah satu jalan yang harus kita pelajari dan berani tempuh adalah menjadi pengusaha. Saat ini, di Gunungsitoli, banyak orang kesulitan mendapatkan pekerjaan, sementara kesempatan kerja dan penghasilan yang tersedia masih terbatas. Karena itu, jangan hanya berpikir bagaimana mendapatkan pekerjaan. Mulailah berpikir bagaimana menciptakan pekerjaan,” jelas Bang YD.
Menurutnya, menjadi pengusaha bukan berarti harus langsung memiliki modal besar, kantor mewah, atau perusahaan berskala nasional. Seorang pengusaha memulai langkahnya dengan menemukan kebutuhan masyarakat, menawarkan solusi, menghasilkan produk atau jasa yang bernilai, dan membangun kepercayaan pelanggan.
“Jangan menunggu punya modal besar untuk memulai usaha. Bisa usaha tanpa modal dengan menjual produk orang lain. Mulailah dari yang kecil, jual produk atau jasa yang dibutuhkan banyak orang dan yang paling penting adalah segera action, jualan, buka usaha, ” tegasnya.
Tujuh Rahasia Menjadi Pengusaha Sukses
Dalam kuliah umum tersebut, Bang YD memaparkan tujuh prinsip penting yang menjadi fondasi bagi seseorang untuk memulai, membangun, dan mengembangkan usaha.
1. Visionary Thinking – Berani Bermimpi Besar
Seorang pengusaha harus memiliki visi yang jelas tentang masa depan. Ia tidak hanya melihat kondisi hari ini, tetapi mampu membaca peluang, membayangkan kemungkinan, dan mengubah gagasan menjadi tujuan nyata.
Mahasiswa didorong untuk tidak membatasi cita-cita hanya karena kondisi ekonomi, lingkungan, atau keterbatasan pengalaman.
2. Customer Obsession – Pelanggan Adalah Prioritas
Usaha tidak dibangun berdasarkan keinginan pemilik semata, melainkan berdasarkan kebutuhan pelanggan.
Pengusaha harus memahami masalah yang dihadapi masyarakat, menciptakan produk yang dibutuhkan, memberikan pelayanan terbaik, dan membangun hubungan jangka panjang dengan pelanggan. Sebab, tanpa pelanggan, tidak ada usaha yang dapat bertahan.
3. Resilience & Growth Mindset – Tangguh Menghadapi Kegagalan
Kegagalan bukan akhir perjalanan seorang pengusaha. Kegagalan adalah proses pembelajaran untuk memperbaiki strategi, meningkatkan kemampuan, dan menemukan jalan yang lebih tepat.
Mahasiswa harus membangun mental yang tidak mudah menyerah, berani mencoba, serta mampu bangkit ketika menghadapi kesulitan.
4. Discipline & Consistency – Disiplin dan Konsisten
Kesuksesan tidak dibangun hanya melalui motivasi, tetapi melalui tindakan yang dilakukan secara konsisten.
Disiplin mengelola waktu, menjaga kualitas produk, melayani pelanggan, dan menjalankan rencana usaha merupakan kebiasaan penting yang harus dimiliki seorang pengusaha.
5. Lifelong Learning – Terus Belajar Sepanjang Hayat
Dunia usaha terus berubah. Pengusaha harus terus meningkatkan pengetahuan, keterampilan, memahami pasar, mempelajari teknologi, serta menyesuaikan strategi dengan perkembangan zaman.
Mahasiswa harus menjadikan proses belajar sebagai kebiasaan, bukan hanya kewajiban selama berada di bangku kuliah.
6. Leadership & Team Building – Membangun Pemimpin dan Tim yang Kuat
Usaha yang berkembang membutuhkan kepemimpinan yang baik.
Seorang pengusaha harus mampu menetapkan visi, membangun tim, mengembangkan potensi orang lain, serta menciptakan lingkungan kerja yang produktif dan saling percaya.
Pengusaha yang hebat bukan hanya mampu bekerja sendiri, tetapi juga mampu membuat orang lain tumbuh dan berkembang bersama.
7. Financial & Risk Management – Mengelola Keuangan dan Risiko
Pengusaha harus memahami bagaimana uang masuk, uang keluar, keuntungan, modal, dan risiko usaha.
Pengelolaan keuangan yang disiplin, pencatatan transaksi, pengendalian biaya, serta pengambilan keputusan berdasarkan perhitungan yang matang menjadi faktor penting dalam menjaga keberlangsungan usaha.
Bang YD menegaskan bahwa omzet yang besar tidak selalu berarti keuntungan yang besar. Karena itu, mahasiswa perlu memahami dasar-dasar pengelolaan keuangan sejak memulai usaha.
Keterampilan Menjual: Kemampuan yang Tidak Boleh Diabaikan
Selain tujuh prinsip tersebut, Bang YD menekankan pentingnya keterampilan menjual atau selling skill sebagai kemampuan dasar yang harus dikuasai setiap calon pengusaha.
Menurutnya, seseorang boleh memiliki gagasan hebat, produk berkualitas, dan pengetahuan yang luas. Namun, apabila tidak mampu menawarkan produknya kepada pelanggan, usaha tersebut akan sulit berkembang.
Kemampuan menjual bukan sekadar membujuk orang untuk membeli, melainkan memahami kebutuhan pelanggan, membangun kepercayaan, menjelaskan manfaat produk, dan memberikan solusi yang tepat.
“Kalau teman-teman mahasiswa ingin menjadi pengusaha, belajarlah menjual. Jangan malu menawarkan produk. Jangan takut ditolak. Penolakan adalah bagian dari proses belajar. Semakin kita memahami pelanggan, semakin besar peluang usaha kita berkembang,” ungkapnya.
Pesan ini menjadi salah satu bagian penting dalam kuliah umum tersebut. Mahasiswa tidak hanya diajak membangun mimpi, tetapi juga memahami keterampilan praktis yang dibutuhkan untuk mewujudkan mimpi menjadi usaha nyata.
Jangan Hanya Menjadi Pencari Kerja, Jadilah Pencipta Lapangan Kerja
Bang YD mengajak mahasiswa STAI NIAS membangun karakter sebagai The Winner atau pribadi pemenang yang memiliki keberanian, integritas, disiplin, dan kemampuan mengeksekusi gagasan.
Menurutnya, kesuksesan tidak cukup ditentukan oleh seberapa tinggi pendidikan seseorang. Kesuksesan juga membutuhkan keberanian mengambil inisiatif, kemampuan menciptakan nilai, keterampilan menjual, kepemimpinan, dan ketekunan dalam menjalankan usaha.
“Miliki attitude atau sikap mental sebagai seorang The Winner. Kelola usaha dengan jujur dalam situasi dan kondisi apa pun. Terapkan disiplin yang kuat. Eksekusi setiap rencana dengan baik, cepat, dan tepat. Kuasai leadership dan manajemen, serta teruslah belajar,” pesan Bang YD.
Ia juga mengingatkan bahwa mahasiswa tidak perlu menunggu lulus untuk mulai belajar menjadi pengusaha.
Mahasiswa dapat memulai dari usaha kecil, memanfaatkan keterampilan yang dimiliki, menjual produk yang dibutuhkan lingkungan sekitar, serta belajar mengelola pelanggan dan keuangan secara langsung.
Baginya, pengalaman menjalankan usaha akan memberikan pelajaran yang tidak selalu diperoleh hanya melalui teori di ruang kelas.
Membangun Masa Depan Ekonomi Kepulauan Nias
Kuliah umum tersebut diharapkan menjadi momentum untuk menumbuhkan semangat kewirausahaan di lingkungan STAI NIAS. Mahasiswa diharapkan tidak hanya menjadi lulusan yang siap memasuki dunia kerja, tetapi juga generasi muda yang mandiri, inovatif, berani mengambil peluang, dan mampu menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat.
Di tengah tantangan ekonomi dan terbatasnya kesempatan kerja, kewirausahaan menjadi salah satu jalan untuk memperkuat kemandirian ekonomi keluarga sekaligus mendorong kemajuan daerah.
Sebab, ketika seorang mahasiswa berani membangun usaha, manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh dirinya sendiri. Usaha yang berkembang dapat membuka kesempatan kerja, menggerakkan ekonomi lokal, dan memberikan harapan baru bagi masyarakat.
Pesan yang dibawa Bang YD dari kuliah umum tersebut sederhana, tetapi mendasar: jangan hanya bercita-cita mendapatkan pekerjaan setelah lulus. Bangunlah kemampuan untuk menciptakan pekerjaan.
Mahasiswa hari ini adalah calon pemimpin dan penggerak ekonomi masa depan. Keberanian mereka untuk memulai, kemauan untuk belajar, serta ketekunan untuk membangun usaha dapat menjadi salah satu kunci bagi masa depan Kepulauan Nias yang lebih mandiri dan sejahtera. (Deni Zega)



